Pemkab Serang Bakal Berikan Insentif Tambahan Guru Madrasah
0 menit baca
BantenEkspose.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana akan memberikan bantuan tambahan insentif kepada seluruh guru Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Diniyah (MD), Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Serang.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, hal ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Serang membantu guru agama agar terus melakukan kegiatan belajar dan mengajar berjalan lebih optimal. Hal tersebut, dikatakan Tatu setelah memberikan insentif secara simbolis kepada guru honorer RA, MD, MTS dan MA yang menerima insentif tambahan dari Kemenag Kabupaten Serang.
Tatu menilai, selain ilmu pengetahuan umum, pendidikan agama juga memiliki peran untuk masyarakat agar bisa mengontrol secara pribadinya menjadi lebih baik dalam kecerdasan emosional.
“Kebayang kalau anak anak pintar ilmu pengetahuan tapi minim agamanya. Jadi, pasti hancur karena tidak ada guide dalam kehidupannya,” kata Tatu saat memberikan sambutan, di Tenis Indoor Kabupaten Serang, Jumat (4/1/19).
Politisi Golkar Banten manerangkan, saat ini Pemkab Serang masih terfokus untuk melakukan perbaikan infrastrukur di Kabupaten Serang. Sehingga, Pemkab Serang akan analisa kebutuhan dan anggaran yang tersedia pada tahun 2019 agar bisa turut membantu guru honorer yang berada dibawah naungan Kemenag tersebut.
“Semoga, setelah selesai infrastrukur kita bisa anggarkan untuk menambah intensif guru agama disini. Karena, masih banyak guru agama juga yang belum terima insentif dan ini adalah PR Kami,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Serang, TB Sihabudin mengatakan, guru yang mendapatkan bantuan sebanyak 1.612 guru honor agama di Kabupaten Serang dan masing-masing mendapatkan Rp 3 juta.
“Seharusnya dibagikan kemarin karena ada bencana tsunami diberikan setelah Desember dan 2019 juga akan digulirkan kembali untuk bantuan insentif,” kata Sihabudin.
Sihabudin menambahkan, jumlah guru honor di Kabupaten Serang mencapai 24 ribu sehingga bantuan tersebut diberikan kepada honorer yang tidak mendapat sertfikasi.
“Tidak semua kita berikan karena ada juga yang mendapat sertifikasi dan guru honor yang belum tercover kita sedang koordinasi dengan Ibu Bupati agar mendapatkan tambahan bantuan,” tutup dia. (Emde)
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, hal ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Serang membantu guru agama agar terus melakukan kegiatan belajar dan mengajar berjalan lebih optimal. Hal tersebut, dikatakan Tatu setelah memberikan insentif secara simbolis kepada guru honorer RA, MD, MTS dan MA yang menerima insentif tambahan dari Kemenag Kabupaten Serang.
Tatu menilai, selain ilmu pengetahuan umum, pendidikan agama juga memiliki peran untuk masyarakat agar bisa mengontrol secara pribadinya menjadi lebih baik dalam kecerdasan emosional.
“Kebayang kalau anak anak pintar ilmu pengetahuan tapi minim agamanya. Jadi, pasti hancur karena tidak ada guide dalam kehidupannya,” kata Tatu saat memberikan sambutan, di Tenis Indoor Kabupaten Serang, Jumat (4/1/19).
Politisi Golkar Banten manerangkan, saat ini Pemkab Serang masih terfokus untuk melakukan perbaikan infrastrukur di Kabupaten Serang. Sehingga, Pemkab Serang akan analisa kebutuhan dan anggaran yang tersedia pada tahun 2019 agar bisa turut membantu guru honorer yang berada dibawah naungan Kemenag tersebut.
“Semoga, setelah selesai infrastrukur kita bisa anggarkan untuk menambah intensif guru agama disini. Karena, masih banyak guru agama juga yang belum terima insentif dan ini adalah PR Kami,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Serang, TB Sihabudin mengatakan, guru yang mendapatkan bantuan sebanyak 1.612 guru honor agama di Kabupaten Serang dan masing-masing mendapatkan Rp 3 juta.
“Seharusnya dibagikan kemarin karena ada bencana tsunami diberikan setelah Desember dan 2019 juga akan digulirkan kembali untuk bantuan insentif,” kata Sihabudin.
Sihabudin menambahkan, jumlah guru honor di Kabupaten Serang mencapai 24 ribu sehingga bantuan tersebut diberikan kepada honorer yang tidak mendapat sertfikasi.
“Tidak semua kita berikan karena ada juga yang mendapat sertifikasi dan guru honor yang belum tercover kita sedang koordinasi dengan Ibu Bupati agar mendapatkan tambahan bantuan,” tutup dia. (Emde)
