Nostalgia Menko Kemaritiman Luhut dalam Rapim TNI-Polri 2019
0 menit baca
BantenEkspose.com - Dalam kegiatan Rapim TNI-Polri, turut hadir pula Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto serta diikuti oleh para perwira TNI-Polri lainnya.
Menko Luhut mengungkapkan rasa bangganya dan bahagia dapat bertemu kembali dengan junior, sekaligus para perwira terbaik di TNI-Polri. Sebagai seorang senior, Ia berpesan kepada para perwira agar tetap menjadi dirinya sendiri.
"Jangan pernah lari ke kiri ataupun ke kanan. Lari saja ke sumpahmu sebagai seorang prajurit dan seorang Polri, pegang kesetiaanmu dan jangan pernah kau khianati!,” pesan Luhut, dalam siaran pers, di Jakarta (29/1/19) kemarin.
Bagi seorang prajurit, Menko Luhut menjelaskan bahwa ada tiga kunci keteladanan yang harus dipenuhi yaitu tanggap, tanggon, dan trengginas.
Tanggap berarti cerdas. Tanggon berarti mental dan karakter kuat. Dan poin terakhir yaitu trengginas yang berarti kesehatan, yaitu sehat lahir dan batin.
"Trust is very important, pegang kekompakan kalian TNI dan Polri. Ayo kita bekerja dengan baik” tutup Menko Luhut. (Emde)
Menko Luhut mengungkapkan rasa bangganya dan bahagia dapat bertemu kembali dengan junior, sekaligus para perwira terbaik di TNI-Polri. Sebagai seorang senior, Ia berpesan kepada para perwira agar tetap menjadi dirinya sendiri.
"Jangan pernah lari ke kiri ataupun ke kanan. Lari saja ke sumpahmu sebagai seorang prajurit dan seorang Polri, pegang kesetiaanmu dan jangan pernah kau khianati!,” pesan Luhut, dalam siaran pers, di Jakarta (29/1/19) kemarin.
Bagi seorang prajurit, Menko Luhut menjelaskan bahwa ada tiga kunci keteladanan yang harus dipenuhi yaitu tanggap, tanggon, dan trengginas.
Tanggap berarti cerdas. Tanggon berarti mental dan karakter kuat. Dan poin terakhir yaitu trengginas yang berarti kesehatan, yaitu sehat lahir dan batin.
"Trust is very important, pegang kekompakan kalian TNI dan Polri. Ayo kita bekerja dengan baik” tutup Menko Luhut. (Emde)
