Kelompok 3 PKM STISIP Setia Budhi Rangkasbitung, Gagas Desa Ramah Anak di Cibeber
0 menit baca
BantenEkspose.com - Kelompok 3 Praktek Kerja Mahasiswa (PKM) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi Rangkasbitung, telah menggagas sekaligus mendirikan Desa Ramah Anak, di Desa Citorek Timur, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak.
Ketua Kelompok 3 PKM STISIP Setia Budhi Rangkasbitung, Saptuhi menjelaskan, berdasarkan hasil kajian mahasiswa -mahasiswi, bahwa permasalahan yang ada di Desa ini, yaitu kurangnnya minat belajar anak-anak. Sehingga, dari hasil kajian tersebut pihaknya berinisiatif menggagas dan mendirikan pusat kegiatan belajar atau disebut 'Desa Ramah Anak'.
Selain itu, lanjut Saptuhi, pihaknya juga mendirikan Taman Baca Anak. Sehingga, dengan kehadiran kegiatan tersebut semangat belajar dinilai meningkat dari sebelumnya, kemudian petemanan anak-anak pun lebih akrab.
"Di dalam kegiatan Desa Ramah Anak itu, kami memberikan kursus dasar komputer, belajar malam, dan belajar sore. Kami juga mendirikan Taman Baca. Sehingga, alhamdulillah semangat anak-anak untuk belajar dan lebih akrab dengan taman-temannya," kata pria Kelahiran Cihara, Lebak ini dalam keterangan tertulisnya kepada bantenekspose.com, Ahad (27/1/19) malam.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Citorek Timur, Muhammad Nur mengatakan, program yang digagas mahasiswa-mahasiswi yang sedang melaksanakan kegiatan PKM ini sangat baik. Kemudian, antusias dari anak-anak (siswa-siswi) SD, SMP, dan SMA yang ada di Desa Citorek Timur pun meningkat dengan kehadiran Desa Ramah Anak. Begitu pun semangat belajarnya, setelah dibentuk wadah tersebut.
Sehingga, sambung Nur, minat bakat belajar mereka (anak-anak) bisa bertumbuh, baik dalam hal membaca buku ilmu pengetahuan, belajar agama, pendidikan keterampilan, selain itu dapat meningkatkan minat baca dan meningkatkan bakat anak-anak supaya mental terlatih serta memiliki jiwa pemberani (public speaking). Sebab, menurutnya, jika mental seseorang sudah diasah dan dididik dari kecil, insya Allah nanti ke depannya ada bekal untuk berbicara di depan umum (publik), dengan dasar (wasilah) dari kegiatan ini.
"Kami Pemerintah Desa sangat terbantu. Sebab, anak-anak sekolah biasanya sepulang sekolah bermain, sekarang ini mereka bisa fokus dalam belajarnya. Alhamdulillah, antusias anak-anak sangat baik terutama anak-anak SD yang biasanya bermain kesana-kemari, dengan adanya mahasiswa disini, sehingga setiap sore, dan malam, semangat belajar anak-anak juga meningkat," katanya.
Selain itu, Dosen Pembingbing Kelompok 3 PKM STISIP Setia Budhi Rangkasbitung, Ahmad Hafid TA, S.IP. MA menambahkan, pada prinsipnya ini merupakan bagian dari pada tri dharma perguruan tinggi dari Kampus STISIP Setia Budhi Rangkasbitung. Sebetulnya, mahasiswa dituntut untuk bisa berkarya dan berbaur di masyarakat dalam mengimplementasikan hasil ide-ide (gagasannya), salah satunya melalui program kerja (Proker) PKM yaitu Desa Ramah Anak ini.
"Karena, pada dasarnya di jaman modern ini penting sekali wahana-wahana anak yang bisa mengedukatif tapi ramah, kita tahu bersama perkembangan teknologi yang pesat ini seperti gadget sangat merajalalela dan itu terasa dampaknya bagi perkembangan anak sekarang," tandasnya. (emde)
Ketua Kelompok 3 PKM STISIP Setia Budhi Rangkasbitung, Saptuhi menjelaskan, berdasarkan hasil kajian mahasiswa -mahasiswi, bahwa permasalahan yang ada di Desa ini, yaitu kurangnnya minat belajar anak-anak. Sehingga, dari hasil kajian tersebut pihaknya berinisiatif menggagas dan mendirikan pusat kegiatan belajar atau disebut 'Desa Ramah Anak'.
Selain itu, lanjut Saptuhi, pihaknya juga mendirikan Taman Baca Anak. Sehingga, dengan kehadiran kegiatan tersebut semangat belajar dinilai meningkat dari sebelumnya, kemudian petemanan anak-anak pun lebih akrab.
"Di dalam kegiatan Desa Ramah Anak itu, kami memberikan kursus dasar komputer, belajar malam, dan belajar sore. Kami juga mendirikan Taman Baca. Sehingga, alhamdulillah semangat anak-anak untuk belajar dan lebih akrab dengan taman-temannya," kata pria Kelahiran Cihara, Lebak ini dalam keterangan tertulisnya kepada bantenekspose.com, Ahad (27/1/19) malam.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Citorek Timur, Muhammad Nur mengatakan, program yang digagas mahasiswa-mahasiswi yang sedang melaksanakan kegiatan PKM ini sangat baik. Kemudian, antusias dari anak-anak (siswa-siswi) SD, SMP, dan SMA yang ada di Desa Citorek Timur pun meningkat dengan kehadiran Desa Ramah Anak. Begitu pun semangat belajarnya, setelah dibentuk wadah tersebut.
Sehingga, sambung Nur, minat bakat belajar mereka (anak-anak) bisa bertumbuh, baik dalam hal membaca buku ilmu pengetahuan, belajar agama, pendidikan keterampilan, selain itu dapat meningkatkan minat baca dan meningkatkan bakat anak-anak supaya mental terlatih serta memiliki jiwa pemberani (public speaking). Sebab, menurutnya, jika mental seseorang sudah diasah dan dididik dari kecil, insya Allah nanti ke depannya ada bekal untuk berbicara di depan umum (publik), dengan dasar (wasilah) dari kegiatan ini.
"Kami Pemerintah Desa sangat terbantu. Sebab, anak-anak sekolah biasanya sepulang sekolah bermain, sekarang ini mereka bisa fokus dalam belajarnya. Alhamdulillah, antusias anak-anak sangat baik terutama anak-anak SD yang biasanya bermain kesana-kemari, dengan adanya mahasiswa disini, sehingga setiap sore, dan malam, semangat belajar anak-anak juga meningkat," katanya.
Selain itu, Dosen Pembingbing Kelompok 3 PKM STISIP Setia Budhi Rangkasbitung, Ahmad Hafid TA, S.IP. MA menambahkan, pada prinsipnya ini merupakan bagian dari pada tri dharma perguruan tinggi dari Kampus STISIP Setia Budhi Rangkasbitung. Sebetulnya, mahasiswa dituntut untuk bisa berkarya dan berbaur di masyarakat dalam mengimplementasikan hasil ide-ide (gagasannya), salah satunya melalui program kerja (Proker) PKM yaitu Desa Ramah Anak ini.
"Karena, pada dasarnya di jaman modern ini penting sekali wahana-wahana anak yang bisa mengedukatif tapi ramah, kita tahu bersama perkembangan teknologi yang pesat ini seperti gadget sangat merajalalela dan itu terasa dampaknya bagi perkembangan anak sekarang," tandasnya. (emde)
