Diskusi Kamisan PK Hamas Unsera: Pembangunan Infrastruktur Belum Sepenuhnya Terjamah Pemprov
0 menit baca
BantenEkspose.com - Ketua Pengurus Komisariat Himpunan Mahasiswa Serang (PK-HAMAS) Universitas Serang Raya (Unsera) Bahrul Hayat, menilai pembangunan infrastruktur di Banten belum semuanya terjamah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, dibawah kepemimpinan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy.
Menurut Aul sapaan akrab Bahrul Hayat, infrastruktur merupakan salah satu penunjang untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, diskusi Kamisan (Kajian Menunggu Senja) kali ini lebih difokuskan menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur.
"Kami mengawal pembanguan infrastruktur dari awal, berdasarkan hasil kajian kita, percepatan pembangunan infrastruktur perlu disikapi bersama. Karena jika infrastruktur sudah baik maka kesejahteraan ekonomi, pendidikan dan kesehatan pun akan berjalan dengan baik," ujar Aul seusai kegiatan diskusi Kamisan, dengan tajuk 'Peran Milenial dalam Menangkal Hate Speech Terkait Pengaruh Utamaan Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur', di salah satu rumah makan di Kota Serang, Rabu (24/1/19).
Aul menuturkan, pihaknya berkomitmen akan terus mengawal percepatan pembangunan infrastruktur di Banten. Apapun kebijakan pemerintah, ini demi kesejahteraan masyarakat.
"Kita dari Hamas Unsera akan terus mengawal apapun kebijakan pemerintah, khususnya pembangunan infrastuktur," tegas dia.
Sementera itu, Kepala Seksi Perencanaan Bina Marga DPUPR Provinsi Banten, Yan Ardiansyah menerangkan, penanganan ruas jalan provinsi merupakan menjadi kewenangan DPUPR, hal itu sesuai dengan SK Gubernur Banten Tahun 2016.
Ia menyebutkan, selama ini pihaknya telah menangani pembangunan jalan provinsi sepanjang 762 Kilometer (Km) dalam kondisi mantap (baik), dan ditargetkan selesai sampai tahun 2021.
"Jadi, rencana kami akan ditangani secepatnya jalan provinsi ini. Supaya jalan provinsi ini dalam keadaan mantap. Sehingga arus jalan lancar," terangnya.
Hadir dalam diskusi tersebut, Kasi Perencanaan Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten Yan Andriansyah, Kasi Kelembagaan dan Kemitraan Media Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Provinsi Banten Kusuma Supriatna, dan Akademisi Unsera Liza Diniarizky Putri. (emde)
Menurut Aul sapaan akrab Bahrul Hayat, infrastruktur merupakan salah satu penunjang untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, diskusi Kamisan (Kajian Menunggu Senja) kali ini lebih difokuskan menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur.
"Kami mengawal pembanguan infrastruktur dari awal, berdasarkan hasil kajian kita, percepatan pembangunan infrastruktur perlu disikapi bersama. Karena jika infrastruktur sudah baik maka kesejahteraan ekonomi, pendidikan dan kesehatan pun akan berjalan dengan baik," ujar Aul seusai kegiatan diskusi Kamisan, dengan tajuk 'Peran Milenial dalam Menangkal Hate Speech Terkait Pengaruh Utamaan Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur', di salah satu rumah makan di Kota Serang, Rabu (24/1/19).
Aul menuturkan, pihaknya berkomitmen akan terus mengawal percepatan pembangunan infrastruktur di Banten. Apapun kebijakan pemerintah, ini demi kesejahteraan masyarakat.
"Kita dari Hamas Unsera akan terus mengawal apapun kebijakan pemerintah, khususnya pembangunan infrastuktur," tegas dia.
Sementera itu, Kepala Seksi Perencanaan Bina Marga DPUPR Provinsi Banten, Yan Ardiansyah menerangkan, penanganan ruas jalan provinsi merupakan menjadi kewenangan DPUPR, hal itu sesuai dengan SK Gubernur Banten Tahun 2016.
Ia menyebutkan, selama ini pihaknya telah menangani pembangunan jalan provinsi sepanjang 762 Kilometer (Km) dalam kondisi mantap (baik), dan ditargetkan selesai sampai tahun 2021.
"Jadi, rencana kami akan ditangani secepatnya jalan provinsi ini. Supaya jalan provinsi ini dalam keadaan mantap. Sehingga arus jalan lancar," terangnya.
Hadir dalam diskusi tersebut, Kasi Perencanaan Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten Yan Andriansyah, Kasi Kelembagaan dan Kemitraan Media Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Provinsi Banten Kusuma Supriatna, dan Akademisi Unsera Liza Diniarizky Putri. (emde)
