Diserang Hama Keong, Masa Panen Tidak Bisa Sesuai Target
0 menit baca
BantenEkspose.com - Haeriyah (40), wanita petani yang menggarap lahan persawahan di lokasi Kerasikan Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang mengeluhkan adanya serangan hama jenis keong yang menghabisi (menggerogoti) tanaman padi miliknya.
Wanita itu mengakui, sejak menanam pada akhir Desember 2018 lalu, dirinya sudah dua kali melakukan kegiatan penananam dibagian yang rusak (gundul), akibat hama tersebut. Ia menyebutkan, pertama, karena derasnya air hujan. Kedua, adanya serangan hama keong yang menghabisi (menggerogoti) tanaman padi.
"Jadi, petani dalam sebulan ini sudah menam benih dua kali. Sejak saya menanam padi di sawah, awal nanam akhir bulan Desember, saya sekarang sudah dua kali menanami (menambal) yang gundul akbiat hujan deras, dan dimakanin keong, tuh kang," keluh Haeriyah kepada bantenekspose.com di lokasi, Ahad (27/1/19).
Haeriyah menceritakan, dirinya tiap hari selalu membersihkan keong-keong (hama) yang menempel di tubuh padi. Biasanya, kata dia, dalam sepetak (sekotak) sawah itu menghasilkan sekitar satu karung berukuran 50 kilogram (Kg). Sehingga, untuk masa panen sekarang ini gak bisa sesuai target, lantaran tanaman padi tidak berbarengan tumbuhnya.
"Ada yang sudah besar, dan ada yang masih kecil, gak kompak. Kadang keong itu ditukar dengan telor bebek, biasanya sekarung itu dapat 5 buah telor bebek," ujar dia.
Ia berharap, kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian (Distan) agar segera mengambil langkah-langkah konkret dalam menangani permasalahan tersebut.
"Selama ini belum ada penangan dari dinas terkait, kami berharap agar segera mmeberikan solusi kepada petani," harapnya.
Terpisah, Ketua Forum Badan Kesewadayaan Masyarakat (BKM) Kecamatan Curug, Ahmad Sarbini menilai, selama ini perhatian dari Distan Kota Serang mandeg (menurun), baik itu sifatnya penyuluhan, pembinaan, pemberdayaan, maupun penanggulangan penyakit (hama) padi kepada para petani, khususnya yang ada di Kelurahan Curug Manis.
"Ya, dulu mah selalu ada program penanaman, pencegahan, seperti one man one try itu ada. Sekarang mah penanggulangan dari Dinas Pertanian Kota Serang menurun, sudah jarang turun program, misal penyuluhan pertanian, gitu," pungkas pria kelahiran asal Curug ini. (Emde)
Wanita itu mengakui, sejak menanam pada akhir Desember 2018 lalu, dirinya sudah dua kali melakukan kegiatan penananam dibagian yang rusak (gundul), akibat hama tersebut. Ia menyebutkan, pertama, karena derasnya air hujan. Kedua, adanya serangan hama keong yang menghabisi (menggerogoti) tanaman padi.
"Jadi, petani dalam sebulan ini sudah menam benih dua kali. Sejak saya menanam padi di sawah, awal nanam akhir bulan Desember, saya sekarang sudah dua kali menanami (menambal) yang gundul akbiat hujan deras, dan dimakanin keong, tuh kang," keluh Haeriyah kepada bantenekspose.com di lokasi, Ahad (27/1/19).
Haeriyah menceritakan, dirinya tiap hari selalu membersihkan keong-keong (hama) yang menempel di tubuh padi. Biasanya, kata dia, dalam sepetak (sekotak) sawah itu menghasilkan sekitar satu karung berukuran 50 kilogram (Kg). Sehingga, untuk masa panen sekarang ini gak bisa sesuai target, lantaran tanaman padi tidak berbarengan tumbuhnya.
"Ada yang sudah besar, dan ada yang masih kecil, gak kompak. Kadang keong itu ditukar dengan telor bebek, biasanya sekarung itu dapat 5 buah telor bebek," ujar dia.
Ia berharap, kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian (Distan) agar segera mengambil langkah-langkah konkret dalam menangani permasalahan tersebut.
"Selama ini belum ada penangan dari dinas terkait, kami berharap agar segera mmeberikan solusi kepada petani," harapnya.
Terpisah, Ketua Forum Badan Kesewadayaan Masyarakat (BKM) Kecamatan Curug, Ahmad Sarbini menilai, selama ini perhatian dari Distan Kota Serang mandeg (menurun), baik itu sifatnya penyuluhan, pembinaan, pemberdayaan, maupun penanggulangan penyakit (hama) padi kepada para petani, khususnya yang ada di Kelurahan Curug Manis.
"Ya, dulu mah selalu ada program penanaman, pencegahan, seperti one man one try itu ada. Sekarang mah penanggulangan dari Dinas Pertanian Kota Serang menurun, sudah jarang turun program, misal penyuluhan pertanian, gitu," pungkas pria kelahiran asal Curug ini. (Emde)
