WH: Hoax Itu Jahat, Setiap Informasi yang Diterima Harus Disaring Dulu
0 menit baca
Bantenekspose.com - Gubernur menegaskan, hoaks itu jahat, tidak memiliki perasaan, apalagi dalam situasi sedang terkena bencana seperti ini. Disaat masyarakat sedang terputus komunikasinya, lampu mati dan bangunan banyak yg rubuh, belum lagi terluka. Kok ada saja yang tega membuat berita palsu sehingga membuat warga menjadi panik.
Hal tersebut dikatakan Gubernur Banten, H. Wahidin Halim menegaskan, dalam sambutannya pada Rapat Kerja Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten, di Rangkasbitung, Rabu (26/12)
Pada kesempatan tersebut, Gubernur mengggambarkan kondisi masyarakat akibat hoaks saat proses penanganan tsunami Selat Sunda di kawasan Sumur, Labuan, Carita Kab. Pandeglang. Tim penanganan dampak bencana, relawan dan seluruh masyarakat di sana harus lagi tunggang langgang akibat adanya isu akan muncul tsunami susulan.
"Tidak sedikit diantara tim penangnanan dampak bencana atau relawan sejenak meninggalkan upaya-pertolongan terhadap korban. Apalagi, saat itu, banyak yang berteriak untuk menyelamatkan diri. Karenanya, saya menghimbau untuk tidak percaya hoaks. Setiap informasi yang diterima harus disaring-saring dulu kebenarannya," katanya.
Dihadapan para kyai yang tergabung dalam FSPP, Gubernur mengajak untuk bersama-sama menciptakan ketentraman dan kedamaian dalam masyarakat, menumbuhkan semangat saling bela antar kiayi untuk menciptakan ketentraman dan kedamaian.
"Jangan percaya hoaks, saling bela antar kiayi sehingga ketentraman dan kedamaian. Kedamaian dan ketentraman membuat kita bisa melaksanakan ibadah lebih baik. Kita berbuat lebih banyak untuk kebaikan,” katanya. (red)
Hal tersebut dikatakan Gubernur Banten, H. Wahidin Halim menegaskan, dalam sambutannya pada Rapat Kerja Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten, di Rangkasbitung, Rabu (26/12)
Pada kesempatan tersebut, Gubernur mengggambarkan kondisi masyarakat akibat hoaks saat proses penanganan tsunami Selat Sunda di kawasan Sumur, Labuan, Carita Kab. Pandeglang. Tim penanganan dampak bencana, relawan dan seluruh masyarakat di sana harus lagi tunggang langgang akibat adanya isu akan muncul tsunami susulan.
"Tidak sedikit diantara tim penangnanan dampak bencana atau relawan sejenak meninggalkan upaya-pertolongan terhadap korban. Apalagi, saat itu, banyak yang berteriak untuk menyelamatkan diri. Karenanya, saya menghimbau untuk tidak percaya hoaks. Setiap informasi yang diterima harus disaring-saring dulu kebenarannya," katanya.
Dihadapan para kyai yang tergabung dalam FSPP, Gubernur mengajak untuk bersama-sama menciptakan ketentraman dan kedamaian dalam masyarakat, menumbuhkan semangat saling bela antar kiayi untuk menciptakan ketentraman dan kedamaian.
"Jangan percaya hoaks, saling bela antar kiayi sehingga ketentraman dan kedamaian. Kedamaian dan ketentraman membuat kita bisa melaksanakan ibadah lebih baik. Kita berbuat lebih banyak untuk kebaikan,” katanya. (red)
