NEWS

Terminal Cipocok Jaya Terabaikan, Keluar Masuk Angkot Cuma Bayar Retribusi

Bantenekspose.com - Bangunan terminal penumpang angkutan umum (angkum) Cipocok Jaya,kini terlihat terbengkalai. Lantaran, terminal ini sudah bertahun-tahun tak dirawat dan seolah-olah sudah khilaf dengan tujuan awal didirikannya terminal tersebut.

Seperti dikatakan beberapa angkutan kota, kondisi terminal begini, posisi terminal sudah sepi, belum lagi dipakai tempat pembuangan sampah. Seharusnya pemerintah melek dan peka.

"Harusnya mah kondisi terminal sudah kaya gini jangan buang sampah kesini,” keluhnya saat diwawancara bantenekspose.com belum lama ini. 

Dia menjelaskan, sementara ini tidak ada pemantaun dari dinas terkait (Dinas Perhubungan) Kota Serang. Terminal ini paling rame dari jam 08:00 pagi sampai jam 10:00 WIB. 

"Itu cuma mobil masuk-keluar, cuma untuk bayar TPR (Tempat Penarikan Retribusi) doang, bayar TPR sudah keluar lagi," akunya.

Dia meminta Pemkot Serang dalam hal ini Dishub Kota Serang, agar terminal tersebut diperbaiki dan ditertibkan supaya terminalnya berfungsi kembali sesuai dengan tujuan awal didirikan. "Kita meminta diperbaiki dan ditertibkan aja sih, kang," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang, Ahmad Mujimi menjelaskan, Pemerintahan Kota Serang ini tidak ada lagi UPT, sekarang adanya di Kepala Seksi Sarana dan Prasana (Kasi Sarpras), dan itu pun belum dimaksimalkan. Karena belum ada Kasi UPT Terminal. 

"Setelah ada terminal tipe A diambil oleh Pemerintah Pusat, kami belum ada kepala seksi (Kasi)-nya sampai sekarang. Karena ada anggapan harus ada UPT, UPT juga tidak boleh," terang Mujimi, Rabu kemarin (5/12/18).

Disinggung terkait keseriusan Dishub Kota Serang dalam mengelola terminal tersebut, pihaknya mengatakan, terkait keseriusan itu keterbatasan oleh anggota karena terbagi-bagi. 

"Kami hanya punya 40 anggota, dimana-dimana kemacetan seolah-olah tanggung jawab Dishub. Padahal, kemacetan itu milik bersama, kita hanya membantu kepolisian, terkadang juga banyak kesalahan. Tetapi, yang pokok malah kita tinggalkan karena tuntutan masyarakat," pungkasnya. (emde)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar