Terjangan Ombak Laut Selat Sunda, Memisahkan Kakek Abduh dengan Cucu Gadisnya
0 menit baca
Bantenekspose.com - Bencana alam atau tsunami di Anyer dan sekitarnya telah menyimpan duka dan doa yang mendalam bagi seorang kakek berusia sekitar 60 tahun ini, sebut saja H. Abduh. Kakek ini menyimpan kesedihan dan tangisan atas kehilangan seorang cucunya yang diberi nama seperti nama bidadari ‘Ayu Rahayu’.
Ayu baru saja menginjak diusia 23 tahun dan berprofesi seorang bidan, namun kini tanpa kabar setelah datang ombak laut Selat Sunda menerjang dirinya, Sabtu malam (22/12) sekitar pukul 21:30 WIB. Kakek Abduh sudah seharian kesana-kemari demi mendapatkan kabar dimana cucunya berada. Terakhir, kakek Abduh mencari cucu kesayangannya itu di RSUD dr. Drajat Purnawirawan Serang, namun kabar itu tak kunjung jua.
Sehari sudah, kakek Abduh dan keluarganya berkekliling Pandeglang dan Serang demi mencari kabar keberadaan Ayu, wanita kelahiran Labuhan itu berada?
Sedih dan gelisah dirasakan kakek Abduh bahkan perasaan keluarga pun sangat sedih dan prihatin, karena mereka harus rela ditinggal anggota keluarganya, namun kakek Abduh dan Keluarga harus tetap tabah dan kuat dalam menghadapi situasi dan kondsisi seperti ini. Namun kesedihan berapa pun besarnya kakek Abduh dan keluarga harus ingat nasib dan takdir, yang memang sudah digariskan oleh Sang Maha Pencipta.
“Saya dan keluarga harus ingat nasib dan takdir yang digariskan oleh Allah SWT. Jadi kami tidak boleh hanyut dan larut dalam duka kesedihan. Mel;ainkan harus ingat pada Sang Pencipta yang segalanya sudah diatur oleh-nya. Apalagi ini bencana yang menimpa bukan ke satu dua orang,” kata Kakek Abduh saat curhat tentang kehilangan sang cucunya, di ruang tunggu RSUD dr. Drajara Purnawirawan, Ahad (23/12/18) malam tadi.
Kakek Abduh kembali bercerita seraya menahan cucuran air mataanya, Ketika dalam bersedih dan prihatin, harus melihat ke bawah agar kita bisa tetap tegar dan tabah, ikhlas dan tetap semangat. Karena hidup harus terus berlanjut. “Semoga kami dapat menerimanya dengan tabah, ikhlas dan tetap semangat. Ke depannya kami harus lebih hati-hati lagi dalam segala hal apapun,” ucap kakek Abduh dengan mengenakan kopiah hitam dan kacamata sembari menempatkan tas bawaanya diatas lututnya.
Kabar terakhir Ayu, pada Sabtu (22/12). Ayu berpamitan kepada orang tuanya pergi bermain ke pantai Carita untuk refreshing, lantaran Ayu baru ada waktu luang, lalu Ayu menyempatkan bermain bersama temannya. Padahal Ayu seharsunya menjadi pagar ayu diacara nikahan di Bogor pada esok harinya, Minggu (23/12). Hingga malam tadi kakek Abduh dan keluarganya belum jua dapat kabar?
Profil singkat Ayu Rahayu, usia 23 tahun, asal Kampung Picung Bera, Desa Caringin, Kecamatan Labuhan, Kabupaten Pandeglang. Ayu saat ini aktif bekerja di Puskesmas Kecamatan Jiput, Pandeglang. Dengan ciri-ciri tubuhnya, badannya kecil mungil, langsing (ramping), hidungnya mancung dan mukanya cantik alami. (emde)
Ayu baru saja menginjak diusia 23 tahun dan berprofesi seorang bidan, namun kini tanpa kabar setelah datang ombak laut Selat Sunda menerjang dirinya, Sabtu malam (22/12) sekitar pukul 21:30 WIB. Kakek Abduh sudah seharian kesana-kemari demi mendapatkan kabar dimana cucunya berada. Terakhir, kakek Abduh mencari cucu kesayangannya itu di RSUD dr. Drajat Purnawirawan Serang, namun kabar itu tak kunjung jua.
Sehari sudah, kakek Abduh dan keluarganya berkekliling Pandeglang dan Serang demi mencari kabar keberadaan Ayu, wanita kelahiran Labuhan itu berada?
Sedih dan gelisah dirasakan kakek Abduh bahkan perasaan keluarga pun sangat sedih dan prihatin, karena mereka harus rela ditinggal anggota keluarganya, namun kakek Abduh dan Keluarga harus tetap tabah dan kuat dalam menghadapi situasi dan kondsisi seperti ini. Namun kesedihan berapa pun besarnya kakek Abduh dan keluarga harus ingat nasib dan takdir, yang memang sudah digariskan oleh Sang Maha Pencipta.
“Saya dan keluarga harus ingat nasib dan takdir yang digariskan oleh Allah SWT. Jadi kami tidak boleh hanyut dan larut dalam duka kesedihan. Mel;ainkan harus ingat pada Sang Pencipta yang segalanya sudah diatur oleh-nya. Apalagi ini bencana yang menimpa bukan ke satu dua orang,” kata Kakek Abduh saat curhat tentang kehilangan sang cucunya, di ruang tunggu RSUD dr. Drajara Purnawirawan, Ahad (23/12/18) malam tadi.
Kakek Abduh kembali bercerita seraya menahan cucuran air mataanya, Ketika dalam bersedih dan prihatin, harus melihat ke bawah agar kita bisa tetap tegar dan tabah, ikhlas dan tetap semangat. Karena hidup harus terus berlanjut. “Semoga kami dapat menerimanya dengan tabah, ikhlas dan tetap semangat. Ke depannya kami harus lebih hati-hati lagi dalam segala hal apapun,” ucap kakek Abduh dengan mengenakan kopiah hitam dan kacamata sembari menempatkan tas bawaanya diatas lututnya.
Kabar terakhir Ayu, pada Sabtu (22/12). Ayu berpamitan kepada orang tuanya pergi bermain ke pantai Carita untuk refreshing, lantaran Ayu baru ada waktu luang, lalu Ayu menyempatkan bermain bersama temannya. Padahal Ayu seharsunya menjadi pagar ayu diacara nikahan di Bogor pada esok harinya, Minggu (23/12). Hingga malam tadi kakek Abduh dan keluarganya belum jua dapat kabar?
Profil singkat Ayu Rahayu, usia 23 tahun, asal Kampung Picung Bera, Desa Caringin, Kecamatan Labuhan, Kabupaten Pandeglang. Ayu saat ini aktif bekerja di Puskesmas Kecamatan Jiput, Pandeglang. Dengan ciri-ciri tubuhnya, badannya kecil mungil, langsing (ramping), hidungnya mancung dan mukanya cantik alami. (emde)
