Tatu: Sebagian Besar Korban Tsunami di Cinangka Tamu Hotel
0 menit baca
Bantenekspose.com - Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah telah memastikan, bahwa korban bencana alam atau tsunami yang berada di Kecamatan Cinangka merupakan sebagian besar (mayoritas) tamu hotel (pengunjung). Demikian dikatakan tatu, saat conferensi pers di Aula RSUD dr. Drajat Purnawirawan Serang, Ahada (23/12/18) malam.
“Hasil tadi saya lihat di Puskesmas Cinangka sebagian besar korban adalah tamu hotel yang ada di sekitar Kecamatan Cinangka. Rinciannya ada di Puskesmas, kalau yang masuk ke RSDP (Rumah Sakit Drajat Purnawirawan) ini lebih jelas, ada nama korban, kemudian jenis kelamin, usia, alamat dan TKP-nya ada disini,” kata tatu.
Ketua PMI Banten ini mengakui, bahwa sementara ini jalur evakuasi di Anyer dan Cinangka masih minim yaitu baru ada empat titik. Namun, ke depan akan lebih memperbanyak titik evakuasi di wilayah tersebut. “Dimana ada level tanah lebih tinggi kita buka untuk jalur evakuasi, supaya lebiuh banyak lagi,” imbuhnya.
Selain itu, Tatu juga memastikan, rumah penduduk (milik warga) di Kecamatan Cinangka sebagian besar selamat (aman) dari terjangan ombak laut Selat Sunda. Menurutnya, bangunan yang terkena ombak yang berada dipingir pantai (sebelah kanan jalan) bukan rumah warga, sementara rumah milik penduduk rata-rata berada di sebelah kiri jalan. “Jadi, rumah penduduk sebagian besar selamat,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan pasca tsunami di kawasan wisata tersebut tidak akan ditutup, Namun, bagi para pengunjung pihaknya akan menunggu arahan dari BMKG, mengingat saat ini sedang dalam pemantauan. Kemudian, dari tim BPPT (besok) akan turun melihat (penelitian) penyebab terjadinya tsunami.
“Sepertinya akan bebenah dulu, terutama yang diayer, karena kondisinya terutama yang di Anyer tidak pengaruh. Jadi mungkin kalau Anyer bisa berjalan, tapi kalau Cinangka hotelnya juga banyak yang rusak. Tapi untuk pengunjung sendiri, mungkin kita mendapatkan dari BMKG sebaiknya bagaimana, karena ini dari sana juga sedang dipantau,” jelasnya. (emde)
“Hasil tadi saya lihat di Puskesmas Cinangka sebagian besar korban adalah tamu hotel yang ada di sekitar Kecamatan Cinangka. Rinciannya ada di Puskesmas, kalau yang masuk ke RSDP (Rumah Sakit Drajat Purnawirawan) ini lebih jelas, ada nama korban, kemudian jenis kelamin, usia, alamat dan TKP-nya ada disini,” kata tatu.
Ketua PMI Banten ini mengakui, bahwa sementara ini jalur evakuasi di Anyer dan Cinangka masih minim yaitu baru ada empat titik. Namun, ke depan akan lebih memperbanyak titik evakuasi di wilayah tersebut. “Dimana ada level tanah lebih tinggi kita buka untuk jalur evakuasi, supaya lebiuh banyak lagi,” imbuhnya.
Selain itu, Tatu juga memastikan, rumah penduduk (milik warga) di Kecamatan Cinangka sebagian besar selamat (aman) dari terjangan ombak laut Selat Sunda. Menurutnya, bangunan yang terkena ombak yang berada dipingir pantai (sebelah kanan jalan) bukan rumah warga, sementara rumah milik penduduk rata-rata berada di sebelah kiri jalan. “Jadi, rumah penduduk sebagian besar selamat,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan pasca tsunami di kawasan wisata tersebut tidak akan ditutup, Namun, bagi para pengunjung pihaknya akan menunggu arahan dari BMKG, mengingat saat ini sedang dalam pemantauan. Kemudian, dari tim BPPT (besok) akan turun melihat (penelitian) penyebab terjadinya tsunami.
“Sepertinya akan bebenah dulu, terutama yang diayer, karena kondisinya terutama yang di Anyer tidak pengaruh. Jadi mungkin kalau Anyer bisa berjalan, tapi kalau Cinangka hotelnya juga banyak yang rusak. Tapi untuk pengunjung sendiri, mungkin kita mendapatkan dari BMKG sebaiknya bagaimana, karena ini dari sana juga sedang dipantau,” jelasnya. (emde)
