Tambah Basis Konsumen, NTB Syari'ah Teken Kerjasama Dengan Jamsyar
0 menit baca
Bantenekspose.com - PT Nusa
Tenggara Barat Syariah (NTB Syariah) menandatangani kerja sama dengan PT Penjaminan Jamkrindo
Syariah (Jamsyar).
Kesepakatan itu adalah nota kesepahaman
bersama, Kafalah Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) iB & KUR iB
Online, Kafalah Pembiayaan Konsumer, Kafalah Pembiayaan Kontra Bank Garansi
(KBG), dan Kafalah Pembiayaan Konstruksi dan Pengadaan Barang/Jasa.
Plt
Direktur Utama Jamkrindo
Syariah Gatot Suprabowo mengatakan, manfaat kerja sama tersebut
bagi Bank NTB Syariah selaku penerima jaminan adalah akan menambah jumlah
basis konsumen.
"Calon
debitur yang memiliki collateral yang tidak bankable kemudian menjadi bankable,
dengan demikian bank bisa melakukan ekspansi bisnisnya. Sehingga penyaluran
pembiayaan bisa meningkat tanpa menghilangkan aspek kehati-hatian," kata
Gatot dalam keterangan tertulisnya.
Dengan
pembiayaan yang dijamin, lanjut Gatot, maka perhitungan risiko dalam menghitung
Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) pada sebuah bank menjadi lebih kecil
bobot risikonya sehingga rasio kecukupan modal (CAR) meningkat. Dengan CAR
lebih besar, kapasitas penyaluran pinjaman bank pun menjadi lebih besar.
"Sedangkan
manfaat untuk terjamin adalah apabila tanpa penjaminan belum tentu mendapatkan
pembiayaan dari bank karena persyaratan yang tidak bankable. Dengan adanya penjaminan
persyaratan yang tidak bankable tadi menjadi bankable, selanjutnya terjamin
akan menerima pembiayaan dari bank yang dapat digunakan untuk mengembangkan
bisnisnya," jelasnya.
Menurut
Gatot, apabila terjadi default, maka kewajiban terjamin akan berhenti kemudian
penjamin akan menutupi beberapa kali angsuran dari terjamin kepada bank.
"Ada
pun manfaat untuk Jamkrindo
Syariah selaku penjamin adalah menerima imbal jasa berupa fee
yang akan dibukukan sebagai pendapatan perusahaan penjamin," kata dia.
Gatot
berharap kerja sama tersebut dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian target
bisnis Jamkrindo Syariah dan Bank NTB Syariah
untuk ekspansi pasar pada tahun 2019.(nn/red)
