NEWS

Sopir Angkot Minta Dishub Kota Serang Serius, Ahmad Mujimi: Kita Kena Imbasnya

Bantenekspose.com - Angkutan kota (Angkot) atau angkutan umum di ibu kota Provinsi Banten ini semakin semerawut. Hal ini dinilai berbagai kalangan akibat kurang seriusnya Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam hal ini Dinas Pehubungan (Dishub) Kota Serang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi).

Salah satu sopir Angkot megatakan, selama ini banyak trayek atau angkutan umum yang tidak mematuhi aturan alias nakal, sehingga membuat dirinya susah medapatkan penumpang di tanah keahirannya sendiri. Dirinya meminta pemerintah dalam hal ini Dishub Kota Serang agar serius dalam menangani persoalan tersebut.

"Banyak trayek yang nakal, ada juga penyerobotan dari luar kota (daerah). Ini butuh keseriusan dari Dishub," kata pria ini saat diwawancara yang enggan menyebutkan namanya.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang Ahmad Mujimi mengakui, bahwa di wilayah kerjanya banyak trayek atau mobil angkutan kota (Angkot) yang sudah tidak layak, baik dari uji kir maupun pajak.
"Apalagi teman-teman angkutan kota banyak keluhan, terkait dengan perpanjanga STNK. Ini juga kendala bagi kami, dari daerah-daerah juga ketika masuk bayak kendaraan-kendaraan yang tidak layak jalan, namun masih tetap jalan," akunya kepada awak media, Rabu kemarin (5/12/18).

Mujimi menambahkan, selama ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Dishub Provinsi Banten. Kata dia, jika Dishub provinsi tidak mau bertindak tentu membuat pihaknya kwalahan. Karena dalam pengawasan terminal tipe B itu kewajiban dari provinsi. 

"Harusnya kami itu menangani trayek wilayah kota. Ini dari Ciomas juga masuk ke kota, dari Cilegon juga masuk ke kota, dari Ciruas juga masuk ini. Karena itu juga kalau berbicara kewenangan kita kena imbasnya, Dishub Kota Serang," tukasnya. (emde) 
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar