Soal Sepi Pengunjung, Dindikbud: Izin Dispora Tumpang Tindih
0 menit baca
Bantenekspose.com - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Serang saat memberikan izin penggunaan Gedung Gelanggang Remaja (GGR) dan area parkir stadion Maulana Yusuf Ciceri Kota Serang dinilai tumpang tindih, terhadap penyelenggaraan kegiatan "Pameran Pendidikan dan Buku Terbesar di Kota Serang", yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang. Alhasil, kegiatan tersebut kurang efektif alias tidak maksimal.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebidayaan (Dindikbud) Kota Serang Akhmad Zubaidillah menjelaskan, pihaknya telah mengundang sekitar 60 (enam puluh) peserta baik dari lingkungan Kota Serang, Provinsi Banten maupun Nasional. Namun, ketika peserta yang dari Jakarta masuk ke stadion (Maula Yusuf Ciceri-red) itu tidak bisa masuk, karena mereka membawa mobil (truk) cukup besa. Dimana, pada saat itu masih ada pertandingan (perlombaan) burung hingga larut malam, sekira jam 01:00 WIB. Sehingga peserta dari Jakarta ini apatis, bahkan mereka ada juga yang ngeluh. Lalu, pulang lagi ke tempat asal mereka tinggal.
"Saya juga mohon maaf. Ini justri saya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menyayangkan, kita sudah izin dari jauh-jauh hari ke Dispora (Dinas Pemuda dan Olahrga). Tetapi, pada hari H-nya masih ada pertandingan burung itu. Harusnya si pihak pemberi izin pak jangan tanggal sekian, gitu. Saya juga kecewa," jelas Zubaidillah saat di konfirmasi di kantornya, Jl. Ki Ajurum Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (12/12/18).
Zubaidillah menerangkan, soal adanya stand pameran yang tidak terisi itu kuota untuk peserta dari Jakarta. Kemudian, logikanya jika masih ada kegiatan kenapa harus mengeluarkan izin? Tanyanya. Ia menyebutkan, justru perizininan yang dikeluarkan untuk kegiatan tersebut itu dinilai tumpang tindih.
"Itu yang tidak terisi kebanyakan dari Jakarta. Padahal intinya adalah Dispora tumpang tindih memberikan izin. Logikanya, kalau masih ada kegiatan kenapa Dispora juga memberikan izin," ucapnya.
Saat disinggung soal sepi pengunjung, pihaknya membeberkan, bahwa ini baru tanggal 12, sedangkan kegiatan sampai tanggal 16 Desember 2018. Dirinya mengklaim, bahwa saat ini sudah mulai rame pengunjung khususnya pelajar tingkat SD dan SMP.
"Kalau pihak (pelajar) SD, SMP, sudah habis ujian, jadi tidak ketat, ya. Sementara mungkin untuk SLTA dan mahasiswa sedang padat-padatnya. Sehingga dia (mereka) kesulitan mengatur, kalau SD sudah bagus," katanya.
Ia menyebutkan, pihaknya telah melakukan perencanaan dan perizinan kegiatan ini sudah jauh-jauh hari. Karena sebelum peleksanaan pihaknya sudah mengagendakan rapat-rapat, berkoodinasi dengan Walikota dan Wakil Walikota, Sekda, Polres, Dispora, Dishub, dan lainnya.
Berdasarkan informasi yang digimpun, bahwa penyelenggaraan kegiatan pameran pendidikan dan buku terbesar di Kota Serang ini memakan anggaran sekitar 100 juta rupiah. (emde)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebidayaan (Dindikbud) Kota Serang Akhmad Zubaidillah menjelaskan, pihaknya telah mengundang sekitar 60 (enam puluh) peserta baik dari lingkungan Kota Serang, Provinsi Banten maupun Nasional. Namun, ketika peserta yang dari Jakarta masuk ke stadion (Maula Yusuf Ciceri-red) itu tidak bisa masuk, karena mereka membawa mobil (truk) cukup besa. Dimana, pada saat itu masih ada pertandingan (perlombaan) burung hingga larut malam, sekira jam 01:00 WIB. Sehingga peserta dari Jakarta ini apatis, bahkan mereka ada juga yang ngeluh. Lalu, pulang lagi ke tempat asal mereka tinggal.
"Saya juga mohon maaf. Ini justri saya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menyayangkan, kita sudah izin dari jauh-jauh hari ke Dispora (Dinas Pemuda dan Olahrga). Tetapi, pada hari H-nya masih ada pertandingan burung itu. Harusnya si pihak pemberi izin pak jangan tanggal sekian, gitu. Saya juga kecewa," jelas Zubaidillah saat di konfirmasi di kantornya, Jl. Ki Ajurum Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (12/12/18).
Zubaidillah menerangkan, soal adanya stand pameran yang tidak terisi itu kuota untuk peserta dari Jakarta. Kemudian, logikanya jika masih ada kegiatan kenapa harus mengeluarkan izin? Tanyanya. Ia menyebutkan, justru perizininan yang dikeluarkan untuk kegiatan tersebut itu dinilai tumpang tindih.
"Itu yang tidak terisi kebanyakan dari Jakarta. Padahal intinya adalah Dispora tumpang tindih memberikan izin. Logikanya, kalau masih ada kegiatan kenapa Dispora juga memberikan izin," ucapnya.
Saat disinggung soal sepi pengunjung, pihaknya membeberkan, bahwa ini baru tanggal 12, sedangkan kegiatan sampai tanggal 16 Desember 2018. Dirinya mengklaim, bahwa saat ini sudah mulai rame pengunjung khususnya pelajar tingkat SD dan SMP.
"Kalau pihak (pelajar) SD, SMP, sudah habis ujian, jadi tidak ketat, ya. Sementara mungkin untuk SLTA dan mahasiswa sedang padat-padatnya. Sehingga dia (mereka) kesulitan mengatur, kalau SD sudah bagus," katanya.
Ia menyebutkan, pihaknya telah melakukan perencanaan dan perizinan kegiatan ini sudah jauh-jauh hari. Karena sebelum peleksanaan pihaknya sudah mengagendakan rapat-rapat, berkoodinasi dengan Walikota dan Wakil Walikota, Sekda, Polres, Dispora, Dishub, dan lainnya.
Berdasarkan informasi yang digimpun, bahwa penyelenggaraan kegiatan pameran pendidikan dan buku terbesar di Kota Serang ini memakan anggaran sekitar 100 juta rupiah. (emde)
