Selain Kelahiran, LPP Kab Serang Dipicu Sektor Industri
0 menit baca
Bantenekspose.com – Kepala
Bidang Pengendalian Penduduk pada Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional (BKKBN) Banten Budoyo, mengatakan laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Kabupaten Serang tahun 2017, naik 0,61 persen. Persentase itu tumbuh dari 1.484.502
jiwa pada tahun 2016 menjadi 1.493.591 jiwa pada tahun 2017.
“Kenaikan jumlah penduduk ini,
disinyalir selain karena faktor kelahiran juga karena faktor migrasi penduduk.
Karena wilayah Kecamatan Cikande menjadi salah satu tujuan migrasi, ada
industri disana,” ungkap Budoyo
Lanjut Budoyo, Kecamatan
Cikande menempati posisi jumlah penduduk terbanyak di Kabupaten Serang, yaitu
mencapai 97.774 jiwa. Sebaliknya Kecamatan Gunungsari dengan
total penduduk 20.609 jiwa menjadi kecamatan yang paling sedikit penduduknya.
total penduduk 20.609 jiwa menjadi kecamatan yang paling sedikit penduduknya.
“Fakta ini karena Kecamatan
Cikande merupakan salah satu daerah kawasan industri di Kabupaten Serang yang
memungkinkan untuk menjadi faktor penarik terjadinya migrasi penduduk,”
jelasnya.
Masih kata Budoyo, Namun untuk
tingkat kepadatan penduduk, justru Kecamatan Ciruas yang merupakan ibukota
kabupaten dengan menempati peringkat terpadat, dengan 2.198 jiwa per
kilometerpersegi. Sebaliknya Kecamatan Gunungsari merupakan daerah yang paling
jarang penduduknya, yakni 424 jiwa per kilometer persegi.
“Pemkab Serang harus semakin
masif menekan laju pertumbuhan penduduknya, salah satu yang disarankannya
adalah meningkatkan jumlah peserta KB aktif yang menggunakan Metode Kontrasepsi
Jangka Panjang (MKJP),” katanya.
Selain itu, kata Budoyo, Pemkab
Serang harus berupaya menurunkan tingkat putus pakai
kontrasepsi. Keikutsertaan penduduk aktif
ber-KB, diharapkannya dapat menurunkan angka kelahiran total (TFR), sehingga
menekan laju pertumbuhan penduduk. (rp/red)
