Lima Tahun Jalan Tak Disentuh Pemerintah, Warga Pereng Ngeluh
0 menit baca
Kini, kondisi tersebut banyak dikeluhkan pengemudi roda dua dan warga setempat. Lantaran mereka sudah larut lama melintasi jalan berlubang sepanjang sekitar 2 KM, atau mereka menyebutnya jalan seribu lubang.
"Jalan berlubang seperti ini kalau musim hujan banyak orang (pengendara motor) yang berjatuh disini. Genangan air yang cukup lama, warga (kami) banyak yang ngeluh," keluh warga yang enggan menyebutkan namanya kepada bantenekspose.com, Selasa (25/12/18).
Warga juga heran, padahal di kampung tersebut salah satu penghasil perkebunan terbilang besar di Kota Serang. Jadi, para petani (warga) ketika mau menjual hasil panennya lumayan kesulitan.
"Dari pemerintah juga paling nyurpei-nyurpei, ngukur-ngukur gitu doang, jawaban mereka paling ntar-ntar aja," tambah dia.
Hal senada dikatakan aktivis Pemuda Pereng, bahwa kondisi jala tersebut sudah cukup lama tidak ada sentuhan pembangunan. Dia menceritakan, semenjak dirinya duduk di bangku SD hingga saat ini baru sekali ada pembangunan dari pemerintah, dan itu pun hanya sebagaian saja (tidak tuntas). Bahkan, kualitas pembangunannya juga terbilang rendah.
"Kami warga disini seolah-olah di anak tirikan sama pemerintah," kata Bahrudin aktivis pemuda ini.
Dikatakan dia, sebelumnya sempat ada perbaikan, tetapi itu juga bukan dari pemerintah, melainkan dari pihak perusahaan, namun tidak terpakai lama. Karena, kata dia, jalan tersebut sering dilintasi truk-truk besar milik perusahaan ayam yang ada di Keluarahan Cibendung.
"Kemarin sempat ada perbaikan, itu juga dari pihak perusahaan. Sekarang sudah rusak lagi, gak kepake lama," katanya.
Dirinya menyarakan, jika ada perbaikan jalan tersebut jangan dihotmik, melainkan dibetonisasi. Agar terpakai lama. (emde)
