NEWS

Lebak Selatan Kekurangan Gas Elpiji 'Melon', Pemerintah Perlu Tambah

Bantenekspose.com - Sejumlah aktivis menyoroti soal kelangkaan gas elpiji 3 kg yang belakangan ini kerap terjadi di wilayah Kabupaten Lebak bagia selatan. Mereka menilai hal itu terjadi lantaran tidak seimbangnnya antara jumlah pengguna dan ketersediaan elpiji 3 kg tersebut. Sehingga, untuk mengantisipasinya tidak ada cara selain dengan menambah kuotanya.

“Saya rasa kelangkaan itu terjadi karena kuotanya tidak sebanding dengan jumlah pengguna yang jumlahnya terus mengalami peningkatan. Silahkan cek data pnduduk saat ini, pasti bertambah, lalu kemudian apakah sejak tahun 2007 hingga sekarang kuota elpiji 3 kg itu ada penambahan atau tidak, jika tidak sudah pasti akan terjadi kelangkaan,” ujar Supandi Aktivis Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC).

Dikatakan Supandi, seharusnya kondisi ini sudah menjadi perhatian pemerintah untuk mendorong dan mengajukan usualan penambahan data rumah tangga baru kepada pihak Pertamina agar kelangkaan dapat diminimalisir. Sebab, lanjut Supandi, berdasarkan data tahun 2014, bahwa jumlah pemakai tabung gas di wilayah Lebak selatan itu berjumlah 45.000. Artinya, dalam satu harinya pihak agen mengeluarkan sebanyak 1500 tabung. Sementara jumlah kebutuhan jika berdasarkan pemakai sudah mengalami penambahan rumah tangga baru.

“Sebagai contoh di wilayah Kecamatan Malingping ada sebanyak 19.644 kepala keluarga dari jumlah penduduk sebanyak 66.929 jiwa, jika dirata-ratakan untuk kecamatan malingping dalam satu harinya itu sudah membutuhkan 1.300 tabung, tetapi pada kenyataanya bisa mencapai 1.800 bahkan bisa sampai 2.000 tabung dan kondisi ini pasti terjadi juga diwilayah yang lainnya,” papar Supandi.

Dia meminta agar pemerintah segera mengevaluasi kembali jumlah pemakai tabung gas 3 kg sebab sekalipun saat ini ada surat edaran Bupati Lebak tentang larangam ASN dalam menggunakan tabung gas 3 kg pada paktanya dilapangan tidak terkendali.

“Pemerintah harus segera mengevaluasi dan menelusuri jumlah data penduduk terakhir kemudian disesuiakan dengan jumlah tabung yang didistribusikan termasuk juga menambah agen baru agar ada pemerataan,” tandasnya.

Sementara itu Sekretaris Disperindag Lebak, Orok Sukmana saat dimintai tanggapan melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapannya. Namun pada beberapa waktu lalu, dia sempat meminta Pertamina menambah kuota elpiji 3 kg melalui Hiswana. Namun hanya sebatas permintaan ekstra dropping saat menjelang hari-hari besar seperti idul fitri. (CB/red)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar