Lambatnya Pembangunan RSUD, Ketua DPRD Kota Serang Nilai Prestasi Pemkot Buruk
0 menit baca
Bantenekspose.com - Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang ditargetkan rampung pada akhir 2018. Namun, dalam prosesnya hingga akhir tahun ini pengerjaan pembangunan tersebut masih berlangsung. Hal ini dinilai prestasi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Serang buruk.
Ketua DPRD Kota Serang H. Namin SH menilai, lambatnya pembangunan RSUD Kota Serang merupakan sebuah prestasi buruk bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
"Kami menyayangkan atas keterlambatan pembagunan RSUD Kota Serang. Ini cambuk buat pemerintah Kota Serang," kata Namin saat diwawancara, sesuai menghadiri acara milad Polres Serang Kota ke - 2, di Mapolres Serang Kota, Rabu (19/12/18).
Namin mengatakan, pembangunan RSUD tersebut menjadi sorotan DPRD dan akan menjadi bahan evaluasi kepada Pemkot Serang.
"Kami nilai, kok pembangunan RSUD bisa terlambat. Dan ini bahan evaluasi kami kepada pemerintah kota serang dalam hal pembangunan RSUD Kota Serang. Ini juga menjadi sorotan kami," ujar pria asal Curug ini.
Menurut Namin, tentu keterlambatan pembangunan tersebut akan merugikan bagi masyarakat yang selama ini sudah menantikan keberadaan RSUD di Kota Serang ini. Mengingat, kata dia, Kota Serang sebagai ibu kota provinsi dalam hal pelayanan kesehatan.
"Tinggal kami lihat berapa persen progresnya, dan itu sangat merugikan masyarakat yang sudah lama menantikan, menunggu-nunggu ingin punya rumah sakit sendiri," ungkapnya.
Terpisah, Plt Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Serang, Nanang Saifudin mengatakan, sesuai dengan mekanisme Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah RI maupun Bantuan Provinsi (BANPROV) Banten. Menurutnya, jika akhir tahun pembangunan RSUD Kota Serang tidak selesai ataupun terserap harus dilanjutkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, sementara APBD Pemkot Serang sangat minim, dan bisa menjadi beban tersendiri.
"Makannya kita akan mendorong kepada PPTK pembangunan RSUD Kota Serang, agar bisa menyelesaikan pembangunan dengan segera," kata dia.
Nanang menambahkan, RSUD Kota Serang hanya tinggal menunggu bangunan gedung selesai. Karena Sumber Daya Manusia (SDM) maupun peralatan kesehatan telah tersedia.
"Jadi kita tinggal menunggu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan bangunan RSUD selesai saja sebenarnya," terangnya. (Emde)
Ketua DPRD Kota Serang H. Namin SH menilai, lambatnya pembangunan RSUD Kota Serang merupakan sebuah prestasi buruk bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
"Kami menyayangkan atas keterlambatan pembagunan RSUD Kota Serang. Ini cambuk buat pemerintah Kota Serang," kata Namin saat diwawancara, sesuai menghadiri acara milad Polres Serang Kota ke - 2, di Mapolres Serang Kota, Rabu (19/12/18).
Namin mengatakan, pembangunan RSUD tersebut menjadi sorotan DPRD dan akan menjadi bahan evaluasi kepada Pemkot Serang.
"Kami nilai, kok pembangunan RSUD bisa terlambat. Dan ini bahan evaluasi kami kepada pemerintah kota serang dalam hal pembangunan RSUD Kota Serang. Ini juga menjadi sorotan kami," ujar pria asal Curug ini.
Menurut Namin, tentu keterlambatan pembangunan tersebut akan merugikan bagi masyarakat yang selama ini sudah menantikan keberadaan RSUD di Kota Serang ini. Mengingat, kata dia, Kota Serang sebagai ibu kota provinsi dalam hal pelayanan kesehatan.
"Tinggal kami lihat berapa persen progresnya, dan itu sangat merugikan masyarakat yang sudah lama menantikan, menunggu-nunggu ingin punya rumah sakit sendiri," ungkapnya.
Terpisah, Plt Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Serang, Nanang Saifudin mengatakan, sesuai dengan mekanisme Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah RI maupun Bantuan Provinsi (BANPROV) Banten. Menurutnya, jika akhir tahun pembangunan RSUD Kota Serang tidak selesai ataupun terserap harus dilanjutkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, sementara APBD Pemkot Serang sangat minim, dan bisa menjadi beban tersendiri.
"Makannya kita akan mendorong kepada PPTK pembangunan RSUD Kota Serang, agar bisa menyelesaikan pembangunan dengan segera," kata dia.
Nanang menambahkan, RSUD Kota Serang hanya tinggal menunggu bangunan gedung selesai. Karena Sumber Daya Manusia (SDM) maupun peralatan kesehatan telah tersedia.
"Jadi kita tinggal menunggu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan bangunan RSUD selesai saja sebenarnya," terangnya. (Emde)
