Kumala PW Serang Ajak Ormawa Bantu Korban Tsunami di Banten
0 menit baca
Bantenekspose.com - Musibah tsunami yang terjadi di Banten dan Lampung Selatan pada sabtu, 22 desember 2018 sekitar pukul 21.47 WIB. Kejadian tersebut, telah mengakibatkan beberapa rumah mengalami kerusakan parah.
Berdasarkan data BNPB hingga Minggu (23/12) pukul 13.00 Wib, ditemukan 222 Orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang..
Menyikapi musibah yang menimpa sebagian rakyat Indonesia ini, ketua Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) perwakilan Serang Ridwan Anggara mengajak, kepada seluruh kader serta organisasi mahasiswa (Ormawa) di Banten untuk bersatu dalam upaya membantu korban tsunami di Anyer Kabupaten Serang dan Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang.
"Dalam situasi seperti ini, baiknya ada langkah persatuan yang dibangun dalam upaya membantu dan meringankan kesedihan saudara kita yang menjadi korban, selain melalukan open donasi tapi kita juga harus turun kesana mendatangi lokasi dan berada ditengah tangisan masyarakat,” kata Ridwan melalui saluran telepon kepada bantenekspose.com, Ahad (23/12/18) malam.
Menurut aktivis mahasiswa asal Lebak ini, seharusnya ada persatuan dalam upaya membantu korban, pemerintah juga harus cepat tanggap dalam menangani atau mengevakuasi korban, serta memberikan bantuan secara merata.
"Pemprov Banten harus segera mengirimkan alokasi bantuan kesana dan berkordinasinasi dengan Kabupaten Pandeglang dan Serang. Sehingga dapat dipastikan bahwa masyarakat yang menjadi korban, agar segera mendapatkan perawatan medis dan mendapatkan bantuan logistik secara merata" Tegasnya. (emde)
Berdasarkan data BNPB hingga Minggu (23/12) pukul 13.00 Wib, ditemukan 222 Orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang..
Menyikapi musibah yang menimpa sebagian rakyat Indonesia ini, ketua Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) perwakilan Serang Ridwan Anggara mengajak, kepada seluruh kader serta organisasi mahasiswa (Ormawa) di Banten untuk bersatu dalam upaya membantu korban tsunami di Anyer Kabupaten Serang dan Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang.
"Dalam situasi seperti ini, baiknya ada langkah persatuan yang dibangun dalam upaya membantu dan meringankan kesedihan saudara kita yang menjadi korban, selain melalukan open donasi tapi kita juga harus turun kesana mendatangi lokasi dan berada ditengah tangisan masyarakat,” kata Ridwan melalui saluran telepon kepada bantenekspose.com, Ahad (23/12/18) malam.
Menurut aktivis mahasiswa asal Lebak ini, seharusnya ada persatuan dalam upaya membantu korban, pemerintah juga harus cepat tanggap dalam menangani atau mengevakuasi korban, serta memberikan bantuan secara merata.
"Pemprov Banten harus segera mengirimkan alokasi bantuan kesana dan berkordinasinasi dengan Kabupaten Pandeglang dan Serang. Sehingga dapat dipastikan bahwa masyarakat yang menjadi korban, agar segera mendapatkan perawatan medis dan mendapatkan bantuan logistik secara merata" Tegasnya. (emde)
