Kapolres Pandeglang : Antisipasi Konflik Sosial, Butuh Kerjasama yang Solid
0 menit baca
Bantenekspose.com - Pada pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan
Legislatif (Pileg) merupakan suasana yang sangat rawan terjadinya konflik
sosial. Hal itu dapat diantisipasi jika seluruh komponen melakukan kerjasama
yang solid untuk mewujudkan lancarnya Pilres dan Pileg.
“Insya Allah di Pandeglang
tidak ada konflik yang menonjol, namun potensi konflik yang dapat kami petakan
pertama potensi konflik pada pemilu 2019 April, karena disitulah titik kerawan
yang dapat terjadi,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono pada
acara Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (TTPKS).
Menurutnya, kerawanan konflik
itu pada hal ini bukan banyaknya premanisme dilokasi. Kata Indra, konflik itu
dapat dilihat dari jarak yang ditempuh ke TPS dan intimidasi dari salah satu
oknum pendukung Pasangan Calon (paslon). “Jika kita lihat dalam satu TPS, ada
yang harus diamankan oleh kami yaitu petugas PPS, Saksi, Panwas, orang yang
mencoblos, sarana prasaran, dan surat suara,” ungkapnya
Dalam pengamanan ini, kata
Kapolres, pihaknya tidak dapat bekerja sendiri. Ia mengaku, sangat butuh
dukungan dari semua pihak. “Personil kami hanya sekitar 700 orang, sedangkan
jumlah TPS kurang lebih 3.096, jika dibagi jumlah tersebut satu personil bisa 5
hingga 10 TPS, maka dari itu kami dibantu TNI dan Linmas,” ujarnya.
“Yang kami butuhkan dalam
forum ini yaitu gagasan untuk membuat pelaksanaan pemilu berjalan lancar dan
aman,” harapnya. (Red)
