Hujan Debu Landa Banten, Wahidin Halim Ajak Masyarakat Perbanyak Do’a
0 menit baca
Bantenekspose.com – Rabu Sore(26/12) debu vulkanik, yang
diperkirakan berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dirasakan oleh
masyarakat yang ada di Kota Cilegon sejak pukul 15:00 WIB hingga saat ini. Debu
dengan bentuk kecil, halus, dengan tekstur kasar ini juga memiliki bau khas
belerang.
Trianasmaharadi, dari Badan Metereologi Klimatologi dan
Geofisika (BMKG) kelas 1 Serang dalam grup whatsApps MediaCenter TsunamiBanten
dan Bakohumas Banten, membenarkan kemungkinan adanya hujan debu tersebut.
Menurut prakiraan
BMKG, kondisi arah angin dari Selatan hingga Barat daya sehingga debu vulkanik
bergerak menuju Utara - Barat Daya dari gunung anak krakatau. Kecepatan angin
antara 02 - 10 knot.
Sementara itu,
informasi dari Badan SAR Nasional (Basarnas) dalam Grup WhatsApps Tim Bencana
Pandeglang - Kes, membenarkan hujan debu vilkanik tersebut. Namun, mengajak
masyarakat untuk tidak panik karena kebetulan arah anginnya mengarah ke arah
Cilegon. Sementara, status AGK dr PVMBG masih di LV II. sedangkan yg di khawatirkan
dr BMKG adalah longsorannya.
Keberadaan hujan debu
ini dibenarkan juga Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Dinas
Komunikasi Informatika Sandi dan Statistik
Kota Cilegon, Atikoh. Menurutnya, kondisi malam ini lebih gelap dari
biasanya. Demikian juga mobil yang
parkir di halaman rumahnya di Citangkil, Kota Cilegon berdebu.
Antisipasi debu kalau naik motor pakai masker (agar tdk
tehirup) dan kacamata (agar tidak masuk dan perih ke mata). kalau mobil jika
tdk diperlukan jgn gunakan wiper karena bisa menggores kaca. Para orang tua
dianjurkan untuk memperhatikan anak kecil agar tidak terlalu banyak main diluar
untuk menghindari penyakit ispa dan mata. Abu vulkanik sedikit kasar, tdk
seperti debu kotoran/jalanan.
Atas kondisi
tersebut, Gubernur Banten Wahidin Halim menyerukan agar warga tetap tenang namun terus waspada. “Tetap waspada, banyak berdo’a, tetap tenang
dan tidak perlu panik berlebih,” tandas Gubernur.
Gubernur Banten, H.
Wahidin Halim mengajak masyarakat untuk memperbanyak do’a, memohon kepada Allah
untuk diberikan keselamatan dan dijauhkan dari bencana. “Kita perbanyak do’a,
minta keselamatan kepada Allah SWT,” kata Gubernur.
Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Komunikasi Publik, Komunikasi
Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten Amal Herawan Budhi, dalam rilisnya mengatakan,
Gubernur menghimbau kepada warga agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang
pantai dan menjauhi minimal radius 1 KM dari pantai. Namun jangan panik dan
tetap tenang serta waspada.
Terkait penanganan
dampak bencana tsunami Selat Sunda, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus berupaya melakukan penanggulangan
dampak bencana tsunami Selat Sunda Sabtu (22/12) lalu. Upaya evakuasi dan penyelamatan korban terus dilakukan sampai menembus deerah
terisolir seperti Kec. Sumur Kab. Pandeglang.
"Demikian juga distribusi logistik. Sampai saat ini sudah berdiri 28
posko logistik untuk menerima dan menyalurkan bantuan dan 1 posko utama di
Plasa Aspirasi KP3B Kota Serang. Dan, Sudah berdiri 8 Dapur Umum Lapangan
(Dumlap), 7 Dumlap didirikan Pemprov Banten bekerja sama dengan Pemerintah
Pusat dan Pemkab Pandeglang, 1 Dumlap mandiri masyarakat," kata Amal. (red)
