NEWS

Genjot Kualitas SDM, Menaker Pasang Jurus "Triple Skilling"

Bantenekspose.com - Pemerintah terus menggenjot kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, dalam upaya mempersiapkan tenaga kerja Indonesia yang berdaya saing melalui program triple skilling.

Mentri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri menjelaskan, dalam rangka mempersiapkan dan meningkatkan skill sumber daya manusia (SDM) yang bedaya saing. Pemerintah membuat kebijakan triple skilling. Triple skilling merupakan guna memberikan akses kepada masyarakat untuk memiliki kompetensi dalam meningkatkan dan merubah skill.

"Triple skilling itu isinya skilling, upskilling dan reskilling. Jadi yang belum punya skill kita kasih program skilling agar punya skill, yang sudah punya skill kita kasih program upskilling, yang sudah punya skill tapi sudah tidak relevan dengan pasar kerja, maka kita kasih program reskilling," jelas Hanif kepada awak media, seusai acara dialog publik dengan tajuk 

"Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Indonesia, di kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, Jum'at (7/12/18).

Kemudian, lanjut hanif, dalam rangka memastikan daya saing SDM lebih baik. Pihaknya terus menggenjot, ini masifikasinya bahwa ingin jumlah tenaga kerja skill kita semakin banyak. Lalu, sertifikasinya juga ada, sehingga mereka diakui industri. 

"Sertifikasinya tentu saja kita sesuaikan dengan standar yang ada di industri," imbuhnya.

Disinggung soal pengawasana tenaga kerja asing, dirinya mengatakan, bahwa pengawasan tenaga kerja secara nasional terus berjalan, prinsipnya penggunaan tenaga kerja asing di Indonesia ini masih sagat terkendali. Dari jumlahnya juga masih amat kecil, dibandingkan dengan negara-negara lain. 

"Memang pelanggaran selalu ada, tapi pemerintah tidak membiarkan dan pemerintah memberikan tindakkan secara tegas," katanya.

Hanif menuturkan, memang setiap tahun rata-rata 1000 tenaga kerja asing yang deportasi karena melakukan pelanggaran-pelanggaran. 

"Numoris, jadi gak usah khawatir, gak usah takut, pemerintah punya skema pengendalian yang cukup jelas dan penegakkan hukum yag tegas," tuturnya.

Hanif menambahkan, meyangkut kesiapan teaa kerja atau kualitas SDM, sebetulnya bukan hanya di Banten tapi provinsi lain juga yang ada di Indonesia pasti mmebutuhkn waktu untuk menyesuaikan diri. 

"Tapi juga tidak usah terlalu padat, kan semua industrinya juga belum 4.0. Kalau semua sudah 4.0 pasti kita persiapkan, tapi sejauh ini belum. Tapi ini masa depannya kesana, sehingga anak-anak muda kita harus disiapkan dengan skill-skill baru yang lebih sesuai," tukasnya. (emde)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar