Akademisi UI: Mesjid Alun-alun Kota Serang Perlu Dikaji Ulang
0 menit baca

Bantenekspose.com - Guru besar Fakultas Teknik Universitas
Indonesia (UI) Profesor Kemas Ridwan Kurniawan meminta, Pemerintah Kota
(Pemkot) Serang agar mengkaji ulang rencana pembangunan mesjid raya Kota
Serang, yang berlokasi di Alun-alun Barat Kota Serang. Disamping itu juga perlu
dipertimbangkan kembali.
Menurutnya, Pemkot Serang perlu mempertimbagkan kembali
lokasinya, karena memang kalau melihat dari tata letak kota, identitas kota dan
keberpihakan ruang kota yang layak bagi masyarakat. Selain itu, Pemkot Serang
perlu mempertegas kembali penyediaan ruang-ruang terbuka untuk kegiatan
masyarakat. Karena, memang jumlah ruang terbuka di Kota Serang ini tidak banyak
(masih minim). Sehingga, jika ada pembangunan disitu (Alun-alun Barat-red)
pasti ada dampaknya, pasti berkurangnya juga ruang-ruang publik.
"Jadi pesan kita, Pemkot Serang perlu memperkuat
peraturannya terkait dengan ruang-ruang publik," kata Profesor Kemas
Ridwan Kurniawan saat diwawancara, seusai menyelenggarakan kegiatan penyampaian
argumentasi ke tim kajian akademisi UI, di Hotel Kayana Jl. KH. Abdul Hadi,
Kota Serang, Kamis (13/12/18).
Kemudian, lanjut Profesor UI ini, pola tata kota erat
kaitannya dengan sejarah, aspek kota pusaka, heritegh (warisan) dan segala
macamnya, sehingga keberadaan pola kota itu justru menunjukkan ciri khas jati
diri Kota Serang. Tidak mungkin Kota Serang ini ada kalau sebelumnya tidak ada
pembangunan. Artinya, tidak dibuat urban planning dilakukan pada zaman Belanda
dulu kala.
"Jadi, memang sekarang ini pola urban planning yang
dihasilkan dari sejak zaman Belanda, dan ini yang menjadi ciri khas,"
imbuhnya.
Kendati demikian, rencana pemvangunan mesjid raya ini perlu
dilakukan pengkajian ulang. Ia menilai, kalau untuk pembangunan mesjid agung
terlalu sempit area yang disediakan. Karena, tadi dengar masukan, bahwa
pembangunan mesjid agung ini pinginnya yang wah (hebat), disitu ada tempat
pemandian jenazahnya, tempat pemandiannya, dan ada basement.
"Jadi memang perlu ada lokasi yang memang layak untuk
fungsi-fungsi itu. Tapi, kalau di Alun-alun kelihatannya fungsi-fungsi itu
tidak bisa," katanya.
Akademisi ini menambahkan, bahwa disana juga ada ancaman
bajir, ancaman kemacetan, ini yang perlu dilihat. Kita semua sepakat bahwa Kota
Serang perlu memiliki ciri khas Kota Madani yakni dengan mesjid
agung.
"Tadi kita sepakat, itu harga mati. Sekarang tinggal
lokasinya saja, apakah memang tetap disitu atau dipindahkan," ujarnya.
(emde)