Wabup Lebak: Pengentasan Kemiskinan Harus Konkrit Tidak Ngawang
0 menit baca
Bantenekspose.com - Untuk peningkatan efektifitas dalam
upaya penanggulangan kemiskinan daerah, Tim Koordinasi Penanggulangan
Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Lebak harus punya pola dan strategi yang tepat,
sehingga persoalan kemiskinan ini dapat diatasi.
Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi
dalam rapat pembahasan Strategi
Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) dan Rapat Kerja Teknis Tim Mekanisme
Pemutakhiran Mandiri Kabupaten Lebak di Aula Multatuli Setda Lebak, Banten,
Jumat (23/11/2018).
Sebagai ketua TKPK Kabupaten Lebak, Wabup kembali
mengingatkan seluruh anggota tim sungguh-sungguh dalam melaksanakan
tanggungjawabnya untuk melakukan percepatan penggulangan kemiskinan dengan
melakukan analisis dan verifikasi kondisi terkini.
“Jika terdapat kesalahan data akan mengakibatkan kesalahan
dalam mengambil kebijakan. Perubahan status harus tercatat, tolong para camat
untuk terus memantau itu,” kata Wabup.
Wabup menjelaskan, untuk langkah operasional, penanggulangan
kemiskinan perlu disusun strategi penganggulangannya, yang berisikan analisis
kondisi terkini. Ini sebagai acuan sistematis yang seharusnya ditempuh dan
dijalankan oleh pemerintah daerah besarta stakeholder, dalam upaya mendorong gerakan bersama
penanggulangan kemiskinan di Lebak.
“Bicara kemiskinan, tidak luput dari ilmu pengetahuan,
makanya kita dorong UMKM agar tumbuh dengan melibatkan CSR,” katanya.
Wabup menambahkan, tahun ini kemiskinan di Kabupaten Lebak
8%, untuk itu dirinya meminta agar tahun depan dapat terus ditekan dengan program-program
yang kongkrit, pemerintah harus
mengarahkan CSR untuk melakukan pelatihan di kantong-kantong kemiskinan yang
dinominasi wilayah Lebak Tengah. Agar
kemiskinan segera ditinggalkan oleh, maka semua OPD harus turut serta.
“Kantong-kantong kemiskinan harus terus digempur, CSR
arahkan, harus masuk kesitu, melatih life skill, lakukan pelatihan-pelatihan
dan kasih modal, kita harus kongkrit tidak ngawang-ngawang,” ujarnya.
Untuk itu, Wabup meminta agar seluruh tim bekerja dengan
penuh keikhlasan dan meniatkan diri untuk semata-mata beribadah kepada Allah
SWT. ”Mudah-mudahan amal baik, dan pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas
membawa Lebak tidak lagi jadi daerah tertinggal,” harapnya.
Sementara Kepala Bappeda Lebak, Virgoyanti mengatakan bahwa
tujuan penyusunan SPKD ini, untuk mengetahui kondisi umum dan karakteristik
kemiskinan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, selain itu, kata Virgo,
bersama-sama Untirta, Pemkab merumuskan strategi yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam intervensi kebijakan
penaggulangan kemiskinan.
“Dalam penyusunan strategi penganggulangan kemiskina daerah,
data yang digunakan berasal dari basis data terpadu (BDT) Tahun 2015. Data
tersebut dalam imlementasinya, ternyata masih ditemukan ketidaksesuaian untuk
penerima sasaran program,” tambahnya.
Untuk itu, kata Virgo, dalam rangka memperbaikai
permasalahan tersebut, pada saat ini Pemerintah Pusat melalui Tim Nasional
Percepatanan Penganggulangan Kemiskinan (TNP2K) bersama Pemerintah Daerah
melaksanakan kegiatan Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) guna memperbaiki data kemiskinan yang
sudah ditetapkan sebelumnya. (ADH/red)
