Sampah Berserakan, Kini Banyak Hiasi Sudut Kota Serang
0 menit baca
Bantenekspose.com - Tak
seindah yang kita bayangkan, kini hampir di setiap sudut wajah Kota Serang, banyak dihiasi sampah-sampah yang berserakan termasuk dekat tempat
keramaian dan di kawasan permukiman warga.
Persoalan tersebut, kini menuai polemik baru bagi masyarakat
Kota Serang, seperti dikatakan salah satu mahasiswi Universitas Islam Negeri
Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten, hal ini disebabkan karena masih
minimnya tempat sampah yang disediakan. Juga, minimnya mobil armada yang mengangkut
sampah dititik-titik tertentu.
"Seharusnya, pemerintah menyediakan armada yang lebih
banyak, dan harus dilihat populasi angka masyarakat juga. Ini tidak bisa
disalahkan sepenuhnya kepada masyarakat, pemerintah juga harus ikut andil dalam
menangani hal ini," kata wanita yang enggan disebutkan namanya, saat
ditemui bantenekspose.com di Kota Serang, Kamis (1/11/18).
Ditempat terpisah, Ketua DPRD Kota Serang, H. Namin, SH
mengatakan, dirinya baru-baru ini melihat adanya penumpukan sampah ditengah-tengah
Kota Serang, yang notabene sebagai pusat ibu Kota provinsi Banten.
"Penumpukan sampah itu tepatnya di permukiman padat
penghuni di Kebon Sayu, Kebon Sawo, dan di kali Calung, Kelurahan Kota Baru.
Alhamdulillah, sekarang masyarakat sudah aktif untuk kerja bakti sosial,
biasanya pada hari sabtu," kata Namin.
Namin mendorong, agar hal ini dapat ditindaklanjuti oleh OPD
(Organisasi Perangkat Daerah) khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota
Serang, untuk melakukan pengerukan karena telah terjadi pendangkalan.
"Saya meminta, kepada Pemerintah Kecamatan, Kelurahan
juga harus pro aktif mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah
sembarangan. Itu bisa dilakukan, karena kita sudah komitmen untuk hidup bersih
dan sehat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah B3
dan Peningkatan Kapasitas pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, Ajat
Sudrajat mengungkapkan, penanganan sampah di Kota Serang memang saat ini belum
tuntas semua, karena masih terkendala kekurangan armada. Selama ini, ia
mengakui telah mengusulkan penambahan armada dan itu ditargetkan pada tahun
2019 akan ada penambahan.
"Kita telah mengusulkan penambahan armada.
Mudah-mudahan 2019 kesemrautan bisa teratasi," ungkap Ajat belum lama ini.
(emde)
