Sadar Masih Kurangnya Kantong Darah di PMI, BEM UPH Sumbang 478 Kantong Darah
0 menit baca
Bantenekspose.com - Persedian kantong darah di PMI (Palang Merah
Indonesia) tentu akan selalu menjadi kebutuhan. Terlebih menurut WHO (World Health Organization/WHO), kebutuhan darah di
Indonesia per tahunnya harus mencapai 5,1 juta kantong. Sementara faktanya,
kurang lebih yang terpenuhi hanya 4,2 juta kantung darah. Fakta ini yang
menjadikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) setiap tahunnya memasukan
‘Donor Darah’ sebagai program kerja wajib.
Kali ini Donor Darah (Blood Donation) pertama untuk Tahun Akademik
(TA) 2018/2019 diadakan dengan tema yang masih sama yaitu ‘There’s a Hero
Inside You’ dan diadakan pada 29-31 Oktober 2018 dan berhasil mengumpulkan 478
kantong darah dari 684 peserta yang mendaftar. Blood Donation ini
difasilitasi oleh 3 PMI yaitu hari pertama oleh PMI Kabupaten Serang dengan 16
tempat tidur dan 13 petugas; hari kedua PMI Kabupaten Lebak dengan 14 tempat
tidur dengan 12 petugas; dan hari ketiga oleh PMI Kabupaten Lebak dengan
menyediakan 10 tempat tidur dan 10 petugas, serta PMI Kota Tangerang
dengan 8 tempat tidur dan 9 petugas.
Menurut Sherika Anastasia, mahasiswa Akuntansi 2017 yang juga
menjadi Ketua Panitia untuk donor darah ini, menyatakan bahwa ini bukan sekedar
program kerja tahunan, tapi lebih dari itu BEM ingin terus mengedukasi
mahasiswa dan juga sivitas UPH.
“Pemilihan tema Blood Donation kali ini juga masih
sama There’s a Hero Inside You, karena kami merasa tema ini paling sesuai
dengan fakta yang ada. Bahwa 1 kantong darah dapat menyelamatkan 3 nyawa. Apa
lagi melihat keadaan bahwa kebutuhan akan kantong darah di Indonesia harus
dianggap sebagai kebutuhan yang urgent (mendesak)," kata Sherika.
Dikatakan Sherika, karena darah
hanya diproduksi oleh tubuh manusia, tidak dapat diciptakan secara kimiawi
ataupun artificial. Sehingga yang hanya bisa memenuhi kebutuhan ini,
pastinya hanya kita sebagai manusia. Ketika seseorang mendonorkan darah mereka,
mereka sudah menjadi pahlawan bagi orang lain yang membutuhkan darah
tersebut. Ini pesan yang ingin selalu kita bagikan.
Pada Blood Donation ini selain aksi donor darah, para peserta
juga dapat melakukan cek kesehatan yang terdiri dari pengecekan gula
darah, kolestrol, dan asam urat.
Sherika menambahkan dengan terus diadakannya Blood Donation ini
harapannya dapat semakin meningkatkan kepekaan mahasiswa dan sivitas UPH
terkait fakta bahwa Indonesia masih sangat kekurangan kantong darah.
"Selain itu
dengan gerakan ini, BEM UPH juga ingin berkontribusi dalam mengurangi
kesenjangan antar angka kantong darah yang tersedia dan dibutuhkan di beberapa
daerah Indonesia. Nantinya Blood Donation II untuk TA 2018/2019
akan dilakukan kembali pada 4-7 Maret 2019," pungkasnya. (red)
