NEWS

Pemilu Harus Hasilkan Pemimpin dan Wakil Rakyat Berkualitas

Bantenekspose.com – Pemilihan Umum (Pemilu), ) harus menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang berkualitas.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Mahyudin dalam iskusi dengan tema "MPR Rumah Kebangsaan Pengawal Ideologi Pancasila dan Kedaulatan Rakyat", Kamis (22/11).

“Sekarang semua anggota MPR dipilih lewat pemilu,” ungkapnya. Hal demikian bisa terjadi karena angota MPR adalah gabungan anggota DPR dan DPD di mana kedua lembaga negara itu semua anggotanya dipilih lewat pemilu.

Dengan sistem pemilu, Mahyudin menyebut ada kelompok, golongan, dan komunitas masyarakat lain yang tak terwakili di MPR. “Sekarang kita tak lagi melihat representasi semua masyarakat di MPR,” ucapnya.

Pria asal Kalimantan itu mengakui sistem pemilu ada nilai positif dan negatifnya. Dari segi positif dikatakan rakyat bisa memilih atau menentukan siapa saja wakil rakyat atau pemimpin yang dikehendaki. Namun di sisi yang lain, orang yang tidak pantas pun bisa menjadi wakil rakyat bila ia memperoleh suara yang cukup.

Dijelaskan bila kondisi masyarakat sudah cerdas dan perekonomian telah mapan maka pemilu yang terjadi menghasilkan sesuatu yang ideal. Namun ketika di lapangan kondisi masyarakat terjadi sebaliknya, sehingga membuat praktik money politic seperti pembagian sembako tumbuh.

“Banyak kader yang berkualitas tak terpilih karena tak punya modal,” ungkapnya.

Kondisi yang demikian, di mana hanya orang yang bermodal yang berpeluang besar menjadi wakil rakyat, menurut mantan Bupati Kutai Timur itu menyebabkan terjadinya penurunan kualitas parlemen. Dicontohkan sering dalam Rapat Paripurna DPR, kursi yang ada banyak yang kosong. Itu terjadi karena banyak anggota DPR menyebut tak ada hubungan antara rajin menghadiri rapat atau sidang dengan keterpilihan saat pemilu.

“Menyedihkan bila saat rapat-rapat komisi tak ada orang,” tuturnya. Untuk itu perlu dipikirkan bagaimana sistem pemilu yang ada diubah dengan lebih mengedepankan terpilihnya sosok-sosok yang berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut Mahyudin menyebut UU MD3 mengamanatkan kepada lembaga ini untuk Sosialisasi Empat Pilar. Dalam sosialisasi disebut MPR tidak melakukan doktrinisasi.

Saat ini dirinya mendengar survei bahwa ada potensi munculnya radikalisme di tengah masyarakat. Menyikapi yang demikian, Mahyudin mengatakan dengan sosialisasi diharap jumlah potensi radikalisme tidak meningkat dan yang belum terkena dampak radikalisme perlu dibentengi.

“Untuk pemerintah harus juga ikut melakukan sosialisasi,” katanya. (red)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar