Jembatan Pelangi, Obyek Wisata Mangrove di Tirtayasa
0 menit baca

Bantenekspose.com – Hutan mangrove selain
sebagai penahan abrasi, kini menjadi obyek wisata yang mempunyai daya tarik
sendiri. Jembatan Pelangi di kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang, kini menjadi
tujuan wisatawan. Wisata ini dibangun berbasis masyarakat. Dikelola secara
swadaya (bersama-sama-red) dengan para Pemuda Desa Lontar.
Setidaknya, itu pula yang dituturkan dialami Ketua
TPID Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang A Muhajir dan Pengelola wisata Jembatan
Pelangi, Rofin.
Rofin, pemuda asal Desa Lontar, Kecamatan
Tirtayasa Kabupaten Serang, Banten tercatat salah satu yang menginisiasi wisata
mangrove sejak tahun 2014. Kini gagasannya itu, sukses memancing animo
masyarakat untuk berdatangan menikmati jembatan Pelangi tersebut.
“Wisata
jembatan pelangi ini merupakan hasil inisiasi bersama. Saya beserta masyarakat
dan pemuda mebuat jembatan ini, dengan harapan bisa menjadi destinasi wisata
Desa Lontar,” ujar Rofin, saat berbincang dengan awak media.
Untuk itu kata dia, adanya Inovasi wisata
mangrove ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Terutama ekonomi disektor
perdagangan.
“Alhamdulilah dengan adanya wisata mangrove
jembatan pelangi ini, ibu-ibu yang biasa mengurus rumah tangga bisa sambil
berjualan di area wisata. Dan tentu saja ini akan menambah pendapatan bagi
mereka,” ungkapnya.
Rofin menambahkan, jika dirinya sangat terbuka
dan mau menerima masukan orang lain. Apalagi masukan itu bisa menunjang
kegiatannya agar lebih berinovasi dan berdaya saing.
“Saya akan lebih terbuka dan menerima masukan
dari siapapun. Apalagi hal tersebut dapat menunjang kegiatan ini, serta lebih
meningkatkan inovasi kami agar wisata mangrove jembatan pelangi ini lebih
dikenal secara luas dan memiliki daya tarik terhadap masyarakat,” imbuhnya. (STN/Red)