NEWS

Angka Stunting di Indonesia Capai 37 Persen

Bantenekspose.com - Pembina PEOLN (Persatuan Emak-Emak Online Lintas Nusantara) Agung Hendradi, mengatakan stunting growth di Indonesia telah mencapai sekitar 37 persen. Menurtnya, hal ini akan membahayakan bagi anak-anak dan NKRI ke depan.

"Kita (pasangan calon nomor urut 02) sangat mengkhawatirkan terjadinya stunting growth. Karena anak-anak yang kena stunting itu akan menjadi angkatan kerja," kata Agung Hendradi seusai menyelenggarakan bakti sosial di Markas Syari'ah DPW FPI Kota Serang, Kamis (29/11/18).

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Menurut Hendradi, Ema-Ema inilah yang perlu mendapatkan perhatian mulai dari kandungan, mengingat angka tenaga kerja kita (Indonesia) cukup besar. "Jadi, angkatan kerja kita besar, tapi kalau angka stuntingnya tinggi. Ini bahaya buat NKRI kedepan, terutama kesejahteraannya," jelasnya.

Selain itu, lanjut Hendradi, pihaknya juga akan fokus pada kesehatan gizi, lalu membuka bazar untuk membantu masyarakat. Intinya, kata dia, mencoba untuk lebih penetrasi ke pemilih selain dari pada badan pemenangan.

"Kami juga berada di bawah badan pemenangan dan mesin partai. Jadi, kalau di PEOLN ini sebenarnya orang-orangnya dibawah lintas partai," imbuhnya.

Hendradi menambahkan, pihaknya akan merekrut ema-ema dengan sebanyak-banyaknya. Ema-ema PEOLN ini termasuk ema-ema yang militan dan digunakan bukan hanya untuk food saja. Tetapi juga digunakan untuk melakukan pengawasan pada saat pencoblosan.

"Kami fokus untuk memenangkan pasangan 02 dan caleg-caleg dari partai koalisi," tambahnya. (Emde)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar