NEWS

Sempat Diwarnai Ricuh, Warga Ujung Kulon Datangi DPRD Banten Tuntut Pembangunan Jalan


Bantenekspose.com - Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Ujung Kulon (GMUK) melakukan aksi demo di depan Gedung DPRD Banten, Curug, Kota Serang. Selasa (16/10/2018).

Dalam aksinya, massa GMUK menutut agar dibangunannya ruas jalan Nasional Cibaliung - Cimanggu - Sumur, Kabupaten Pandeglang yang rusak parah dan sudah lama tidak dilakukan pembangunan.

Sebelum massa aksi diterima wakil rakyat, sempat terjadi kericuhan. Aksi baru berjalan sekitar tiga menit. Lalu, masa aksi mendesak masuk ke dalam gedung DPRD Banten, namun karena kondisi pengamanan yang begitu berlapis dari pihak Kepolisian. Sehingga, menyebabkan terjadi saling pukul alias bentrok dengan pihak aparat keamanan.

Sehingga, terjadi beberapa peserta aksi mengalami luka, satu masa aksi mengalami luka berat dibagian kepala hingga keluar darah. Namun, belum diketahui penyebabnya. Tak berlangsung lama, koorlap aksi berhasil menenangkan massa, dan kericuhan kecil bisa diatasi

M. Azhari salah satu massa aksi yang mewakili audiensi dengan Komisi 4 DPRD Banten dan perwakilan Satker KemenPUPR meminta, agar pemerintah secepatnya membangun ruas jalan nasional Cimanggu - Sumur yang rusak parah, ia dan massa aksinya menuntut agar dilakukan pembangunan tahun ini.

"Indonesia sudah merdeka 70 tahun lebih, tapi jalan kami hanya nama merdekanya, tidak pada realitanya, dan bagi kami, kemerdekaan hanya dipintu gerbang saja. Makanya, kami menutut agar secepatnya dibangun" ujar Azhari salah satu massa aksi dalam audiensi dengan perwakilan DPRD Banten.

Sementara itu Wakil Komisi 4 DPRD Banten Toni Mukhson menerangkan, berdasarkan penjelasan yang diperoleh dari PPK 02 JPN II Provinsi Banten, menurutnya ruas jalan Cimanggu - Sumur mengalami gagal lelang pada tahun 2018 ini.

“Alokasi anggarannya Rp50 miliar, dalam prosesnya mengalami gagal leleang. Mengingat waktu untuk pelaksanaan kontruksi maka akan dilelang ulang dengan alokasi anggaran Rp131 miliar. Pengumuman lelang 15 Oktober 2018 dan tanda tangan kontrak 10 Desember 2018,” Terang Toni yang juga merupakan Anggota DPRD Banten asal Dapil Pandeglang.

Toni juga menjelaskan, ruas jalan Cimanggu - Sumur sepanjang 22,30 meter yang tengah mengalami kerusakan parah itu merupakan ruas jalan nasional.

Mengingat jalur jalan tersebut baru akan dibangun oleh pemerintah pusat pada 2019 mendatang, maka pihaknya akan segera mengusulkan ke Kementerian PUPR RI agar segera melakukan pemeliharaan.

“Kami akan mengusulkan ke kementerian PUPR RI untuk segera melakukan pemeliharaan pada bulan Oktober sampai dengan November 2018,” katanya.

Selain itu, pihaknya pun akan mengusulkan pembangunan ruas jalan Sumur - Tamanjaya - Cikawung agar dimasukan dalam kegiatan anggaran tahun 2019.

“Akan diusulkan pada APBD Banten 2019 melalui pembangunan dan atau bantuan keuangan (Bankue) dari Pemprov Banten ke Pemkab Pandeglang. Ini akan kita sampaikan pada rapat paripurna, dan mari kita kawal sama-sama,” paparnya.

Ditempat yang sama, PPK 02 BBPJN II Banten, Deni Wihrajito membenarkan bahwa pembangunan jalur jalan tersebut sempat terjadi gagal lelang. “Pemerintah pusat dari awal tahun sudah menganggarkan, tapi memang dalam prosesnya ada beberapa hambatan. Kita upayakan, optimis 10 Desember sudah tanda tangan kontrak,” ujarnya.

Akibat gagal lelang tersebut, lanjut Deni, pihaknya pun tidak bisa menganggarkan dana pemeliharaan. “Kita tidak prediksi sebelumnya akan terjadi gagal lelang, jadi anggarannya belum siap, tetapi sekarang sedang kami upayakan," kilahnya. (emde/red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar