Sambut Malam HSN 2018, Santri Daarul 'Ulum Gelar Muhadoroh Kubro dan Pentas Seni
0 menit baca
Bantenekspose.com - Menyambut malam hari santri nasional (HSN) 2018, puluhan santriawan-santriwati di komplek Yayasan Pondok Pesantren Daarul Ulum Panyaungan Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak, menggelar muhadoroh kubro dan pentas seni santri.
Ketua Ikatan Santri Daarul 'Ulum (ISDU) juga ketua pelaksana HSN 2018, Dhika Tabrozi mengatakan, tujuan kegiatan ini merupakan ajang pengembangan bakat dan minat para santriawan dan santriawati di lingkungan Ponpes Daarul Ulum. Selain itu, untuk mengenang jasa para ulama, kiyai dan santri terdahulu yang telah memberikan kontribusi besar bagi santri dan bangsa di Tanah Air.
"Kegiatan ini ajang para sastrawan - sanggarwati dalam memeriahkan hari santri nasional 2018. Juga, ajang mengembangkan bakat dan kemampuan dibidang masing-masing," kata Dhika, di komplek YPPDU Panyaungan, Ahad malam (21/10/18).
Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ulum Panyaungan, K. Bundaniji Al-Ghazali mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresisasi kegiatan yang digagas santriawan dan santriawati yang terhimpun di dalam Ikatan Santri Daarul 'Ulum (ISDU).
"Saya bangga melihat mereka (santriawan-santriawati) yang memiliki ide dan gagasan untuk memeriahkan dalam menyambut malam HSN 2018," imbuhnya.
Ia berpesan, para santri sebagai generasi muda harus memiliki jiwa nahdliyin yang cerdas, inovatif dan mandiri. "Generasi muda (santri) Nahdliyin harus menjadi santri yang cerdas, amanah, inovatif, mandiri, serta menjadi insan yang "fastabiqul khairot" (berlomba-lomba dalam kebajikan) dalam bingkai NKRI,” pesannya.
Senada demikian dikatakan Wakil Pimpinan Ponpes, Ustadz Fahruroji Al-Ghazali. Dirinya menuturkan, dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional, kita maknai sebagai penghargaan dan penghormatan kepada para pejuang dan syuhada yang telah berjuang dalam membela dan menjaga NKRI.
"Tentu, ini sudah menjadi tugas kita selanjutnya agar warga NU tetap berada di garis terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI, karena bagi kita warga NU, Pancasila dan NKRI itu adalah harga mati,” tuturnya.
Untuk diketahui, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai macam kegiatan, diantaranya istighosah, lomba dakwah santri, festival shalawat, pentas seni, upacara, seminar, nonton bareng (Nobar) film dokumenter Resolusi Jihad serta film Sang Kiyai. (Emde)
Ketua Ikatan Santri Daarul 'Ulum (ISDU) juga ketua pelaksana HSN 2018, Dhika Tabrozi mengatakan, tujuan kegiatan ini merupakan ajang pengembangan bakat dan minat para santriawan dan santriawati di lingkungan Ponpes Daarul Ulum. Selain itu, untuk mengenang jasa para ulama, kiyai dan santri terdahulu yang telah memberikan kontribusi besar bagi santri dan bangsa di Tanah Air.
"Kegiatan ini ajang para sastrawan - sanggarwati dalam memeriahkan hari santri nasional 2018. Juga, ajang mengembangkan bakat dan kemampuan dibidang masing-masing," kata Dhika, di komplek YPPDU Panyaungan, Ahad malam (21/10/18).
Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ulum Panyaungan, K. Bundaniji Al-Ghazali mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresisasi kegiatan yang digagas santriawan dan santriawati yang terhimpun di dalam Ikatan Santri Daarul 'Ulum (ISDU).
"Saya bangga melihat mereka (santriawan-santriawati) yang memiliki ide dan gagasan untuk memeriahkan dalam menyambut malam HSN 2018," imbuhnya.
Ia berpesan, para santri sebagai generasi muda harus memiliki jiwa nahdliyin yang cerdas, inovatif dan mandiri. "Generasi muda (santri) Nahdliyin harus menjadi santri yang cerdas, amanah, inovatif, mandiri, serta menjadi insan yang "fastabiqul khairot" (berlomba-lomba dalam kebajikan) dalam bingkai NKRI,” pesannya.
Senada demikian dikatakan Wakil Pimpinan Ponpes, Ustadz Fahruroji Al-Ghazali. Dirinya menuturkan, dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional, kita maknai sebagai penghargaan dan penghormatan kepada para pejuang dan syuhada yang telah berjuang dalam membela dan menjaga NKRI.
"Tentu, ini sudah menjadi tugas kita selanjutnya agar warga NU tetap berada di garis terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI, karena bagi kita warga NU, Pancasila dan NKRI itu adalah harga mati,” tuturnya.
Untuk diketahui, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai macam kegiatan, diantaranya istighosah, lomba dakwah santri, festival shalawat, pentas seni, upacara, seminar, nonton bareng (Nobar) film dokumenter Resolusi Jihad serta film Sang Kiyai. (Emde)
