NEWS

Ribuan Masyarakat Banten Ikuti Kirab Merah Putih

Bantenekspose.com - Ribuan warga dari berbagai penjuru daerah di Banten memadati Alun-alun Barat Kota Serang, untuk mengikuti Kirab Merah Putih dalam memperingati hari sumpah pemuda ke - 90 tahun 2018.

Sebelumnya, mereka dari berbagai elemen diantaranya pemuda, mahasiswa, pelajar, santri, TNI-Polri dan lainnya, melakukan longmach, mereka start dari Alun-alun Barat menuju jalan jend. A. Yani, lalu memutar arah dari lampu merah Pisang Mas menuju titik awal.

Hujan gerimis membasahinya, namun semangatnya tak pernah surut, mereka terus mengobarkan semangat jiwa nasionalismenya melalui menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sembari mengibarkan bendera merah putih, serta menyanyikan yel-yel yang berbau nasionalis dan kebangsaan sebagai bentuk kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seperti dikatakan salah satu pelajar asal Kabupaten Lebak, Dhika, dirinya sangat bangga dan terharu melihat kekompakan pemuda di Banten ini. "Saya bangga dan terharu melihatnya. Banyak motivasi dan pengalaman baru yang saya dapatkan dari kegiatan ini, khususnya tentang kebangsaan," kata dia sambil menyuarakan NKRI harga mati kepada bantenekspose.com di Alun-alun Barat Kota Serang, Selasa (30/10/18).

Suara pemuda terus menggelora, do'a ulama, kiyai terus mengiringi, bagi mereka yang berjuang untuk menegakkan keutuhan NKRI dari berbagai ancaman, dan sejarah pun mencatatnya.

Sepanjang sejarah, kegiatan ini pertama kalinya dilakukan di Tanah Jawara ini. Kegiatan ini yang diinisiasi oleh Kepolisian Daerah (Polda) Banten pun berlangsung meriah.

Dengan bergulirnya isu kontemporer terkait fenomena yang terjadi di Garut, Jabar belum lama ini. Itulah yang melatar belakangi Polda Banten sehingga menginisiasi perayaan hari sumpah pemuda dengan cara yang berbeda dari tahun sebelumnya.

"Dalam konteks peringatan hari sumpah pemuda ini, kita ingin menegaskan kembali bahwa bangsa indonesia ini lahir didirikan dan dibesarkan atas kesepakatan dari berbagai pihak. Baik tokoh ulama, pemuda dan elemen bangsa yang lain," kata Kapolda Banten Brigjen Pol Teddy Minahasa Putra, kepada awak media.

Ia menuturkan, segala hal yang berbeda, yang dimiliki bangsa Indonesia disepakati dalam konteks satu kebangsaan, yaitu bangsa Indonesia. Dalam konteks tumpah darah, yaitu tanah air Indonesia. Dan dalam konteks satu bahasa, yaitu bahasa Indonesia.

"Oleh karena itu, apabila ada upaya-upaya menggantikan ideologi Pancasila, para pemuda ingin saya ketik hatinya pada sore hari ini untuk bangkit melawan itu semua," tegasnya. (emde)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar