NEWS

Mulyadi: Membangun Pendidikan Mesti Berkesinambungan

Bantenekspose.com - Deklarasi gerakan sekolah menyenangkan baru saja dilaksanakan selasa lalu (16/10). Selanjutnya digelar seminar pendidikan yang diikuti ribuan peserta terdiri dari para praktisi pendidikan jenjang SD dan SMP di Hotel Nelayan. Namun kegiatan yang menggunakan biaya besar itu dirasakan sia-sia dalam upaya mewujudkan sekolah menyenangkan.

"Bagaimana terealisasi sekolah menyenangkan bila kegiatan yang dilaksanakan hanya sebatas pencitraan,tanpa konsep dan tujuan yang jelas," ujar Mulyadi, Kepala SD Negeri Palahlar Kecamatan Cikupa.

Menurut Mulyadi,sekolah menyenangkan memerlukan sarana dan prasarana yang memadai,sumber daya manusia yang mumpuni,dan daya dukung lainnya.  Implementasikan saja, dikatakan Mulyadi, kurikulum 13 dengan benar dan sungguh-sungguh sekolah menyenangkan dapat dilaksanakan. "Tidak penting sebuah deklarasi,apalagi hanya sebatas seremonial," ungkapnya.

Membangun pendidikan yang bermutu,masih menurut penuturan Mulyadi, harus ada konsep dan arah yang jelas plus pembinaan yang berkesinambungan. Keberhasilan penerapan sebuah kurikulum butuh waktu puluhan bahkan ratusan tahun.

Selama ini,dituturkan Mulyadi,banyak kekeliruan telah terjadi dalam pelaksanaan tugas. Misalnya,dia mencontohkan, dinas pendidikan cenderung menyalahkan sekolah bila program sanitasi sekolah berantakan. "Kepala sekolah pasti mendapat sanksi tegas, tetapi bila sekolah gagal melaksanakan kurikulum aman-aman saja,dan tidak menjadi perhatian," ungkapnya.

Pendapat senada diungkapkan Omay Ismaya,Kepala SD Negeri Sukamulya 1. "Sangat disayangkan kehadiran narasumber berkualitas tetapi penanganan panitia tidak profesional. Akhirnya semua dirasakan tidak berdampak apapun, semua tergantung niatnya," ujarnya singkat.(Rudiat)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar