Mulyadi: Membangun Pendidikan Mesti Berkesinambungan
0 menit baca
"Bagaimana terealisasi sekolah menyenangkan bila
kegiatan yang dilaksanakan hanya sebatas pencitraan,tanpa konsep dan tujuan
yang jelas," ujar Mulyadi, Kepala SD Negeri Palahlar Kecamatan Cikupa.
Menurut Mulyadi,sekolah menyenangkan memerlukan sarana dan
prasarana yang memadai,sumber daya manusia yang mumpuni,dan daya dukung
lainnya. Implementasikan saja, dikatakan
Mulyadi, kurikulum 13 dengan benar dan sungguh-sungguh sekolah menyenangkan
dapat dilaksanakan. "Tidak penting sebuah deklarasi,apalagi hanya sebatas
seremonial," ungkapnya.
Membangun pendidikan yang bermutu,masih menurut penuturan
Mulyadi, harus ada konsep dan arah yang jelas plus pembinaan yang
berkesinambungan. Keberhasilan penerapan sebuah kurikulum butuh waktu puluhan
bahkan ratusan tahun.
Selama ini,dituturkan Mulyadi,banyak kekeliruan telah
terjadi dalam pelaksanaan tugas. Misalnya,dia mencontohkan, dinas pendidikan
cenderung menyalahkan sekolah bila program sanitasi sekolah berantakan.
"Kepala sekolah pasti mendapat sanksi tegas, tetapi bila sekolah gagal
melaksanakan kurikulum aman-aman saja,dan tidak menjadi perhatian,"
ungkapnya.
Pendapat senada diungkapkan Omay Ismaya,Kepala SD Negeri
Sukamulya 1. "Sangat disayangkan kehadiran narasumber berkualitas tetapi
penanganan panitia tidak profesional. Akhirnya semua dirasakan tidak berdampak
apapun, semua tergantung niatnya," ujarnya singkat.(Rudiat)
