Detasemen C Pelopor Satbrimob Polda Jabar,Siap Bantu Korban Bencana Palu
0 menit baca
Bantenekspose.com - Sebanyak 100 anggota Detasemen C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat dikerahkan untuk membantu para korban bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sulawesi Tenggara.
Nantinya, 100 anggota Detasemen C ini akan bergabung di 210 anggota yang disiapkan Polda Jawa Barat untuk berangkat ke Palu, terhitung sejak 1 Oktober hingga 31 Oktober mendatang.
Wakaden C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, AKP Dudin Taptajani mengatakan, 210 anggota yang disiapkan terdiri dari 100 anggota Detasemen A, 100 anggota Detasemen C dan 10 anggota biddokes.
“Untuk personil Cirebon digerakan 100 orang karena Jawa Barat akan mengirimkan 210 personil. Jadi 200 orang dari Satbrimob Polda Jabar terdiri dari Detasemen A 100 orang dan Detasemen C 100 orang ditambah biddokes 10 orang. Jadi dalam tahapan pertama kita libatkan 210 orang,” ungkap Dudin seusai apel pasukan pada Senin (1/10).
Dudin menambahkan, para anggota yang diberangkatkan juga dibekali dengan peralatan dan perlengkapan seperti tenda, alat-alat untuk mencari korban, kantong mayat, perlengkapan penerangan dan juga senjata untuk berjaga-jaga (sumber: Pelita)
Nantinya, 100 anggota Detasemen C ini akan bergabung di 210 anggota yang disiapkan Polda Jawa Barat untuk berangkat ke Palu, terhitung sejak 1 Oktober hingga 31 Oktober mendatang.
Wakaden C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, AKP Dudin Taptajani mengatakan, 210 anggota yang disiapkan terdiri dari 100 anggota Detasemen A, 100 anggota Detasemen C dan 10 anggota biddokes.
“Untuk personil Cirebon digerakan 100 orang karena Jawa Barat akan mengirimkan 210 personil. Jadi 200 orang dari Satbrimob Polda Jabar terdiri dari Detasemen A 100 orang dan Detasemen C 100 orang ditambah biddokes 10 orang. Jadi dalam tahapan pertama kita libatkan 210 orang,” ungkap Dudin seusai apel pasukan pada Senin (1/10).
Dudin menambahkan, para anggota yang diberangkatkan juga dibekali dengan peralatan dan perlengkapan seperti tenda, alat-alat untuk mencari korban, kantong mayat, perlengkapan penerangan dan juga senjata untuk berjaga-jaga (sumber: Pelita)
