NEWS

A. Saepi Sobur: Gerakan Sekolah Menyenangkan Harus Matang


Bantenekspose.com - Membangun dan memajukan pendidikan memerlukan kerja sama dan keterlibatan berbagai elemen yang sinergis. Dewan Pendidikan sangat mendukung adanya gerakan sekolah menyenangkan yang digulirkan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, dan telah digelar deklarasi gerakan sekolah menyenangkan, Selasa pekan lalu di lapangan Maulana Yuda Negara Tigaraksa.

"Dewan pendidikan menyambut baik dan mendukung program sekolah menyenangkan yang dicanangkan dinas pendidikan," ujar A Saepi Sobur,anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang.

Dewan pendidikan, tutur Sobur, memberikan masukan bahwa program  tersebut (gerakan sekolah menyenangkan-red), terlebih dahulu harus matang dalam konsep dan implementasi di lapangan. "Harus ada sinergitas dari stakeholder, para pemangku kebijakan dan pihak lainnya sehingga program akan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Ada keraguan dan pertanyaan besar bagi Sobur, sudahkah Dinas Pendidikan mempersiapkan sarana yang dibutuhkan dalam implementasi sekolah menyenangkan yang dimaksud. Semestinya, ada sekolah baik sekolah negeri atau sekolah swasta, yang dijadikan percontohan seperti usulan dewan pendidikan. "Tidak serta merta menggelar deklarasi tanpa arah yang jelas," tegas Sobur.

Sementara itu, diperoleh kabar pasca munculnya komentar Kepala SD Negeri Palahlar dan Kepala SD Negeri Sukamulya 1 Cikupa jajaran Dinas Pendidikan bersikap reaktif dengan langsung mengunjungi ke dua sekolah itu.

"Kemarin (senin,22/10) datang kepala dinas pendidikan bersama sekretaris dinas pendidikan kabupaten Tangerang terkait pemberitaan di Banten Ekspose," ujar sumber yang meminta identitasnya tidak dituliskan via telepon kepada Banten Ekspose.
Secara pribadi,dituturkan Sobur,sangat sependapat dengan pernyataan dua orang Kepala SD yang dipublish sabtu lalu. "Tidak benar kalau pimpinan tidak siap menerima kritik," katanya.
Seorang pemimpin,diungkapkan Sobur,harus berjiwa besar,mau menerima saran dan kritikan dari mitra kerja meskipun itu dirasa pahit. "Selama itu kritikan membangun kenapa mesti marah," imbuhnya. (Rudiat)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar