Sambut Tahun Baru Hijriah, SKB Ki Gemuk Santuni Yatim Piatu
0 menit baca
Bantenekspose.com - Solidaritas Keluarga Besar (SKB) Ki Gemuk santuni anak yatim piatu dan janda jompo di Kampung Cigemuk Kelurahan Curug, Kecamatan Curug, Kota Serang. Kegiatan ini dalam rangka menyambut tahun baru islam (hijriah) atau 1 Muharam 1440 H.
Pantauan awak media, sebelumnya, mereka menggemakan shalawat bersama yang dipimpin langsung oleh tokoh masyarakat juga sesepuh kampung setempat Ust. Jaenudin. Setelah itu, dilanjutkan ke acara tabligul Islamiah yang diisi oleh KH. Rahmatullah, dengan mengangkat tema "Berkahkan hidup kami dengan berbagi, karena dengan berbagi tidak pernah rugi".
Dalam acara tersebut, turut hadir aparatur pemerintah, koramil, Kantor Urusan Agama (KUA), tokoh agama, tokoh masyarakat dan para tamu undangan.
Momentum tahun baru islam ini harus dijadikan sebagai intropeksi diri dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Juga dijadikan semangat dalam berbagi, serta menolong antar sesama umat manusia.
"Kami memaknai, momen tahun baru hijriah 1 muharam adalah ajang meningkatkan rasa kepedulian disamping meningkatkan keimanan, sesuai tema yang kami angkat," kata Ahmad Sarbini, ketua Solidaritas Keluarga Besar Ki Gemuk kepada bantenekspose.com, Senin sore (10/9/18).
Sementar itu, pembina Solidaritas Keluarga Besar Ki Gemuk, Agus Setiawan menuturkan, kegiatan ini sangat bagus karena diinisiasi oleh masyarakat dan kekompakannya juga luar biasa. Maka tahun baru islam ini harus betul-betul dimaknai dengan semangat yang baru dalam artian hal positif.
"Tahun baru (islam) harus jadi momentum yang baru dan lebih baik lagi," tuturnya.
Selain itu juga, Plt. Kepala Lurah Kelurahan Curug, Suadah mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi dengan setinggi-tingginya, karena ini memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini seharusnya di tiru oleh kampung-kampung yang lain.
"Mudah-mudahan ini dapat memberi manfaat bagi yang lain, dan dapat ditiru oleh kampung-kampung yang lain," singkatnya.
Untuk diketahui, sejarah Ki Gemuk ini merupakan Kiyai besar pada masa penjajahan belanda (dulu-red) dan memiliki keilmuan dibidang kedokteran khususnya dalam pengobatan tradisional. (Emde)
Pantauan awak media, sebelumnya, mereka menggemakan shalawat bersama yang dipimpin langsung oleh tokoh masyarakat juga sesepuh kampung setempat Ust. Jaenudin. Setelah itu, dilanjutkan ke acara tabligul Islamiah yang diisi oleh KH. Rahmatullah, dengan mengangkat tema "Berkahkan hidup kami dengan berbagi, karena dengan berbagi tidak pernah rugi".
Dalam acara tersebut, turut hadir aparatur pemerintah, koramil, Kantor Urusan Agama (KUA), tokoh agama, tokoh masyarakat dan para tamu undangan.
Momentum tahun baru islam ini harus dijadikan sebagai intropeksi diri dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Juga dijadikan semangat dalam berbagi, serta menolong antar sesama umat manusia.
"Kami memaknai, momen tahun baru hijriah 1 muharam adalah ajang meningkatkan rasa kepedulian disamping meningkatkan keimanan, sesuai tema yang kami angkat," kata Ahmad Sarbini, ketua Solidaritas Keluarga Besar Ki Gemuk kepada bantenekspose.com, Senin sore (10/9/18).
Sementar itu, pembina Solidaritas Keluarga Besar Ki Gemuk, Agus Setiawan menuturkan, kegiatan ini sangat bagus karena diinisiasi oleh masyarakat dan kekompakannya juga luar biasa. Maka tahun baru islam ini harus betul-betul dimaknai dengan semangat yang baru dalam artian hal positif.
"Tahun baru (islam) harus jadi momentum yang baru dan lebih baik lagi," tuturnya.
Selain itu juga, Plt. Kepala Lurah Kelurahan Curug, Suadah mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi dengan setinggi-tingginya, karena ini memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini seharusnya di tiru oleh kampung-kampung yang lain.
"Mudah-mudahan ini dapat memberi manfaat bagi yang lain, dan dapat ditiru oleh kampung-kampung yang lain," singkatnya.
Untuk diketahui, sejarah Ki Gemuk ini merupakan Kiyai besar pada masa penjajahan belanda (dulu-red) dan memiliki keilmuan dibidang kedokteran khususnya dalam pengobatan tradisional. (Emde)
