Diundang ke Italia, Pemkab Lebak Lepas Petani Madu Asal Kecamatan Cihara
0 menit baca
Bantenekspose.com - Usia muda bukan berarti tidak bisa
menginspirasi. Hal itu dibuktikan oleh Hardi yang akrab disapa Endut, pria
kelahiran tahun 1993, dari Kp. Cingagoler Desa Panyaungan Kecamatan Cihara
Kabupaten Lebak, berhasil mengembangkan jenis madu kelapa dari lebah species
apis cerana.
Madu langka yang dikembangakan oleh komunitas Madu
Cingagoler (Macing), berhasil menarik perhatian Slowfood Foundation, hingga Endut
diundang ke Turin Italia, bersama 160 undangan lainnya, tanggal 20 – 24
September 2018, karena dianggap turut mengembangkan dan menjaga pangan yang
hampir punah.
Asisten Daerah I Pemerintah Kabupaten Lebak, Alkadri,
mengapreseasi hal tersebut. Menurutnya pemerintah memberikan dukungan dan
kemungkinan akan memfasilitasi kegiatan itu, sehingga kedepannya dapat menular
daerah lain di Lebak.
Alkadri juga mengaku bangga, karena pria muda yang hanya
lulusan SD sudah mampu menginspirasi masyarakat.
“Generasi yang seperti ini yang dibutuhkan di Kabupaten
Lebak,” ujar Alkadri saat melepas keberangkatan Endut ke Italy, di Pendopo
Kabupaten Lebak, Senin (17/09/2018).
Alkadri mengatakan, kedepannya untuk pengembangan budidaya
lebah langka tersebut, Pemkab Lebak juga akan membantu kemasan dan perijinannya
agar madu tersebut memiliki nilai tambah.
Sementara Endut berharap, kedepan dirinya dapat menambah
kotak (sarang lebah) agar koloni lebah yang diabudidayakan bisa lebih banyak
sehingga dapat menghasilkan madu lebih banyak lagi.
“Sekarang memiliki 200 koloni lebih, kedepan saya
mengharapkan 500 lebih” ujarnya.
Disinggung soal keberangkatannya ke Italia, Endut mengaku
bahwa hal ini merupakan pengalaman yang berharga bagi dirinya.
“Saya meminta doa dan dukungan kepada semua pihak, agar
kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan dapat membawa manfaat positif buat
saya dan masyarakat Lebak pada umumnya,” kata Endut. (ADH/red)


Semoga support yang kami berikan bisa manfaat buat komunitas Madu Cingagoler ...