NDP Banten Sikapi Pendidikan Madrasah
0 menit baca
Bantenekspose.com - Sarana dan prasarana merupakan salah satu sumber daya pendidikan yang perlu dan sangat penting dikelola dengan baik, serta bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manajemen pendidikan. Seperti gedung, tanah, perlengkapan administrasi sampai pada sarana yang digunakan langsung dalam proses belajar mengajar di kelas.
Demikian disampaikan Ketua Umum Pusat Nuansa Daerah Pendidikan (NDP) Banten Abda Oe Bismillah, saat dihubungi bantenekspose.com, Kamis sore (13/9/18).
Abda memaparkan, dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka dalam kegiatan belajar mengajar diperlukan usaha pemanfaatan alat peraga dan alat praktek sebagai sarana untuk membangkitkan motivasi belajar siswa serta menghemat waktu.
"Untuk mendapatkan hasil belajar yang sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan maka proses belajar mengajar harus benar-benar diupayakan semaksimal mungkin," kata dia.
Menurut dia, pembelajaran sebagai suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu tujuan, isi atau materi, metode, media, dan evaluasi. "Kegiatan pembelajaran harus dilaksanakan secara sistematis (langkah-langkah yang terarah dan teratur) secara sistemik (secara bulat dengan mempertimbangkan segala aspeknya) agar berdaya guna dan berhasil guna," jelasnya.
Abda melanjutkan, menanggapi persoalan sekolah (madrasah) yang muncul belakang ini maka pemerintah harus hadir. "Disinilah pemerintah dalam hal ini kementrian agama harus hadir dalam persoalan tersebut tanpa harus diskriminatif (pandang bulu)," tegasnya.
Pertanyaannya, kata Abda, apabila ruang belajar tidak kondusif atau melebihi kapasistas, apakah anak didik tersebut akan menerima pelajaran dari pendidik (guru)-nya dengan baik dan efektif?
"Jelas tidak! Oleh karena itu, saya berharap kepada pemerintah (kementrian agama) untuk segera mengambil langkah-langkah konkret. Mengingat ini demi menyelamatkan generasi anak bangsa," ujarnya. (Emde)
Demikian disampaikan Ketua Umum Pusat Nuansa Daerah Pendidikan (NDP) Banten Abda Oe Bismillah, saat dihubungi bantenekspose.com, Kamis sore (13/9/18).
Abda memaparkan, dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka dalam kegiatan belajar mengajar diperlukan usaha pemanfaatan alat peraga dan alat praktek sebagai sarana untuk membangkitkan motivasi belajar siswa serta menghemat waktu.
"Untuk mendapatkan hasil belajar yang sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan maka proses belajar mengajar harus benar-benar diupayakan semaksimal mungkin," kata dia.
Menurut dia, pembelajaran sebagai suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu tujuan, isi atau materi, metode, media, dan evaluasi. "Kegiatan pembelajaran harus dilaksanakan secara sistematis (langkah-langkah yang terarah dan teratur) secara sistemik (secara bulat dengan mempertimbangkan segala aspeknya) agar berdaya guna dan berhasil guna," jelasnya.
Abda melanjutkan, menanggapi persoalan sekolah (madrasah) yang muncul belakang ini maka pemerintah harus hadir. "Disinilah pemerintah dalam hal ini kementrian agama harus hadir dalam persoalan tersebut tanpa harus diskriminatif (pandang bulu)," tegasnya.
Pertanyaannya, kata Abda, apabila ruang belajar tidak kondusif atau melebihi kapasistas, apakah anak didik tersebut akan menerima pelajaran dari pendidik (guru)-nya dengan baik dan efektif?
"Jelas tidak! Oleh karena itu, saya berharap kepada pemerintah (kementrian agama) untuk segera mengambil langkah-langkah konkret. Mengingat ini demi menyelamatkan generasi anak bangsa," ujarnya. (Emde)
