Menteri Agama Minta Penyuluh dan Masyarakat di Tanah Jawara Bersikap Dewasa
0 menit baca
Bantenekspose.com - Mentri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin, meminta penyuluh agama dan masyarakat di Tanah Jawara agar bersikap dewasa dalam menghadapi tahun politik ini. Pasalnya, sebesar dan sekeras apapun jangan sampai merendahkan harkat martabat satu sama lain.
Hal ini, diungkapkan Lukman saat menyapa ribuan penyuluh agama se - Provinsi Banten, di Aula Makorem 064/Maulana Yusuf Banten, Kota Serang, Kamis (20/9/18).
Dalam rangkaian acara pembinaan dan silaturahmi tersebut, Lukman menuturkan, menyikapi tahun politik 2019, penyuluh agama sebagai pelayan masyarakat. Maka politiknya adalah politik kenegaraan, yaitu agar tetap terjaga semboyan Bhineka Tunggal Ika di NKRI ini.
"Politik kenegaraan itu adalah menjalankan misi mewujudkan visi dan menjalankan misi negara, yaitu bagaimana agar NKRI tetap terjaga terpelihara agar semboyan Bhineka Tunggal Ika itu tetap Lestari agar Pancasila itu betul-betul menjiwai kita," ujar Lukman.
Lukman menjelaskan, masyarakat Indonesia yang terkenal agamis tidak boleh melupakan esensi dari ajaran agama, hakikat dari nilai itu adalah menghormati kemajemukan di NKRI ini. Kendati demikian, pihaknya meminta kepada seluruh elemen masyarakat agar terus meningkatkan sikap tenggang rasa terhadap sesama.
"Kita yang dikenal sebagai masyarakat yang agamis jangan lupa dan lalai dengan esensi ajaran agama itu sendiri, jadi itu pesan yang saya sampaikan melalui penyuluh-penyuluh agama agar masyarakat kita menyikapi keberagamaan dengan bijak," pesannya. (Emde)
Hal ini, diungkapkan Lukman saat menyapa ribuan penyuluh agama se - Provinsi Banten, di Aula Makorem 064/Maulana Yusuf Banten, Kota Serang, Kamis (20/9/18).
Dalam rangkaian acara pembinaan dan silaturahmi tersebut, Lukman menuturkan, menyikapi tahun politik 2019, penyuluh agama sebagai pelayan masyarakat. Maka politiknya adalah politik kenegaraan, yaitu agar tetap terjaga semboyan Bhineka Tunggal Ika di NKRI ini.
"Politik kenegaraan itu adalah menjalankan misi mewujudkan visi dan menjalankan misi negara, yaitu bagaimana agar NKRI tetap terjaga terpelihara agar semboyan Bhineka Tunggal Ika itu tetap Lestari agar Pancasila itu betul-betul menjiwai kita," ujar Lukman.
Lukman menjelaskan, masyarakat Indonesia yang terkenal agamis tidak boleh melupakan esensi dari ajaran agama, hakikat dari nilai itu adalah menghormati kemajemukan di NKRI ini. Kendati demikian, pihaknya meminta kepada seluruh elemen masyarakat agar terus meningkatkan sikap tenggang rasa terhadap sesama.
"Kita yang dikenal sebagai masyarakat yang agamis jangan lupa dan lalai dengan esensi ajaran agama itu sendiri, jadi itu pesan yang saya sampaikan melalui penyuluh-penyuluh agama agar masyarakat kita menyikapi keberagamaan dengan bijak," pesannya. (Emde)
