Kreativitas dan Dukungan Akademik, Mengantar Mahasiswa Kedokteran UPH Raih Juara RMO 2018
0 menit baca
Bantenekspose.com
- Karakter kreatif dan mandiri ditunjukkan oleh Hubert
Subekti dan Irene, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas
Pelita Harapan (UPH) angkatan 2015, peraih
medali emas cabang Urogenital ajang tahunan
Regional Medical Olympiad (RMO) 2018.
Namun kreativitas
saja tidak cukup. Di FK UPH mahasiswa yang mengikuti kompetisi juga didukung secara
akademik oleh dosen pembimbing sekaligus Urologist RS Siloam Karawaci, Dr. dr.
Edwin Tobing, Sp.Udan dr. ChristianoTansol, Sp.U.Prestasi di bidang ini bukan
yang pertama, karena sebelumnya dua tahun berturut-turut
FK UPH selalu menempati juara 1.
“Dengan
kesibukan sebagai dokter spesialis, dosen kami masih mau meluangkan waktu membimbing
kami dalam menghadapi kompetisi RMO,” ujarHubert.
Persiapan mengikuti lomba ini tidaklah mudah. Seperti Hal
tersebut diungkapkan Irene, mereka harus berlatih sambil tetap mempersiapkan bahan
perkuliahan mereka di semester berikutnya.
Penyocokan jadwal bimbingan pun sempat menjadi kendala. Namun
berkat komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing, hal tersebut bisa diatasi.
“Saya salut
dengan mereka karena dengan keterbatasan waktu dan jadwal yang padat, mereka tetap
mau mempersiapkan kompetisi ini sampai bisa juara,” ungkap dr. Edwin.
Hubert
dan Irene mengakui, dalam proses bimbingan selama beberapa bulan, terkadang mereka
tidak sempat bertatap muka. Karena itu masing-masing pihak saling mendukung.
Hubert dan Irene diberikan dukungan akademik dalam bentuk latihan-latihan soal dan
materi pendukung berupa buku atau e-book.
Begitu pula bila mereka memiliki pertanyaan, maka dr. Edwin dan dr. Christiano tak
segan untuk menjawab.
Itulah bentuk
kreativitas dan kemandirian mereka.Hasilnya, FK UPH berhasil mempertahankan juara
1 di cabang Urogenital ini, setelah tahun lalu juga meraih juara yang sama.
![]() |
| Irene dan Hubert Subekti, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan 2015, yang berhasil menyabet juara 1 Kompetisi RMO 2018 (foto: Istimewa) |
Selain Hubert dan Irene, FK UPH juga berhasil menggondol empat juara lainnya,
yaitu juara 2 dari cabang Kardiorespirasi dan cabang
Infeksi Tropis, serta juara 3 dari cabang Neuropsikiatri dan cabang Muskuloskeletal.
Kompetisi RMO ini diadakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) yang diadakan rutin tiap tahun di tiga regional. UPH tergabung dalam regional dua bersama berbagai universitas dari wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, juga Kalimantan Barat. Untuk tahun ini ada total 11 universitas yang ikut, terdiri dari universitas negeri dan swasta.
Kompetisi RMO ini diadakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) yang diadakan rutin tiap tahun di tiga regional. UPH tergabung dalam regional dua bersama berbagai universitas dari wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, juga Kalimantan Barat. Untuk tahun ini ada total 11 universitas yang ikut, terdiri dari universitas negeri dan swasta.
Langganan Juara
Hubert dan Irene bercerita tentang perjuangan mereka bersaing
dengan para peserta lain. “Walaupun harus bersaing dengan banyak universitas negeri
terbaik, kami juga tidak minder dan tetap berjuang sebaik mungkin,” ungkap
Irene. Keduanya memang sudah langganan juara lomba.
Khusus untuk RMO tahun ini, mereka terlebih dahulu mengikuti tes
di tingkat fakultas, yang meliputi tes tertulis dan interview. Setelah terpilih, mereka maju bersaing lewat babak penyisihan.
Pada babak ini, para peserta diberikan tes tertulis dan lab. Enam universitas kemudian
lolos ke babak semifinal. Pada babak ini, mereka masih diberikan tes tertulis ditambah
clinical examination, yaitu tes dengan kasus
tertentu, dan peserta diminta memberikan analisis penyakit tersebut, tes fisik,
juga bagaimana cara terapinya.
Lalu pada
babak final, terpilih tiga universitas terbaik yang masih harus menghadapi beberapa
rangkaian tes. Peserta diberikan sebuah kasus lagi, dan diminta untuk menjelaskan
tentang penyakit tersebut, mulai dari berapa besar persentasenya di dunia,
bagaimana cara penularannya, bagaimana cara mengobatinya, sampai upaya public health untuk masyarakat. Di akhir
lomba, ada soal cerdas cermat dalam bentuk rebutan.

