DLHK Banten, Ajak Warga Lakukan Pencegahan Perubahan Iklim
0 menit baca
Bantenekspose.com - Dampak perubahan iklim saat ini sangat
dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, baik masyarakat pelaku ekonomi maupun
masyarakat biasa. Oleh karena itu, masyarakat juga harus mampu mengendalikan
dampak-dampak agar tidak terjadi secara berkesinambungan.
Demikian diungkapkan Odi Junaidi, Kepala Bidang Pengelolaan
Sampah Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran, Dinas Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Provinsi Banten, dalam rilis yang diterima bantenekspose.com, Kamis
(27/9/18).
Menurut Odi, ada beberapa hal kecil dapat dilakukan oleh
masyarakat. Pertama, mengurangi penggunaan CFC yang terdapat pada kulkas dan
AC. Kedua, mengurangi pembakaran hutan secara liar. Ketiga, mengurangi
penggunaan produk yang berbahan plastik. Keempat, gunakan produk yang bahannya
ramah lingkungan. Kelima, memperbanyak penanaman pohon agar menghasilkan O2
lebih banyak. Keenam, mengurangi penggunaan kendaraan untuk memperkecil
pengeluaran CO2.
"Mulai dari langkah-langkah yang kecil, namun jika
dilakukan secara serentak dapat memperkecil dampak negatif dari perubahan iklim
tersebut," kata Odi.
Odi melanjutkan, hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan
kendaraan angkutan umum, menghemat pemakaian air bersih, dan mengupayakan
pelestarian sumber air bersih, serta memperbanyak ruang terbuka hijau (RRH).
"Gangguan ekosistem hutan, yaitu hilangnya spesies
flora dan fauna, karena tidak mampu beradaptasi. Dan kebakaran hutan karena
peningkatan suhu gangguan pada budidaya pertanian, karena ketidakpastian musim
tanam atau panen sehingga akan mengganggu ketahanan pangan," imbuhnya.
Selain itu, lanjut Odi, gangguan pada kesehatan juga
timbulnya penyakit baru. Karena munculnya spesies baru lebih tahan akibat
adaptasi maupun mutasi genetik. Kendati demikian, untuk mengatasi perubahan iklim
tersebut yaitu mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Mitigasi atas
perubahan iklim merupakan suatu upaya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil
diberbagai sektor dan perlahan beralih dari penggunaan energi tak terbarukan ke
energi yang terbarukan, serta air bersih.
"Seperti, energi panas bumi, surya dan bahan bakar
nabati. Sedangkan adaptasi terhadap perubahan iklim merupakan upaya penyesuaian
yang dilakukan manusia untuk menanggapi perubahan-perubahan lingkungan yang
terjadi akibat perubahan iklim itu," jelasnya. (Emde)
