Dihadapan Jamaah, Kiyai Ma'ruf Sampaikan Konsep Ekonomi Keumatan
0 menit baca
Bantenekspose.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres)
KH. Ma'ruf Amin, mengajak masyarakat agar mendukung ekonomi arus Baru
Indonesia. Pasalnya, ekonomi arus baru berlandaskan Pancasila mengamalkan sila
kelima yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Demikian diungkapkan KH. Ma'aruf Amin, saat mengisi Tausiyah
di Masjid Syeh Nawawi Al-Bantani Kampus Untirta Serang, Banten, Senin
(17/9/18).
Kiyai Ma'ruf menjelaskan, ekonomi arus baru yang dimaksud
adalah ekonomi kerakyatan (keumatan). Hal ini solusi untuk menghilangkan
kesenjangan disatu daerah dengan daerah lainnya.
"Ekonomi arus baru adalah ekonomi kerakyatan, ekonomi
keumatan. Ekonomi untuk menghilangkan kesenjangan dan disparitas baik antara
yang lemah dan kuat, kesenjangan antara daerah satu dengan daerah
lainnya," jelasnya.
Kesenjangan ini, sambung Kiyai Ma'ruf, harus dihadapi bukan melemahkan tapi menguatkan yang lemah. Bukan membenturkan antara yang lemah dan yang kuat. Tapi kolaborasi atau melakukan kemitraan supaya mengangkat ekonomi yang lemah.
"Ini yang saya kira harus kita bangun pada masa
sekarang ini. Sehingga, nantinya pada 2024 ekonomi Indonesia semakin
membaik," imbuhnya.
Selain itu, tambah Kiyai Ma'ruf, konsep ekonomi ini guna
mendukung pembangunan Nawa Cita Presiden Jokowi dengan isu arus baru ekonomi
Indonesia yang berlandaskan Pancasila.
"Kenapa harus hijrah ke arus baru? Karena arus lama
pembangunannya dari atas melahirkan konglomerat dengan harapan bisa netes
kebawah menggunakan teori trickle down
effect, ternyata tidak netes-netes," terangnya. (Emde)
