WH Resmikan Pembangunan RTLH di Lebak
0 menit baca
Bantenekspose.com
– Dalam rangkaian mempercepat terwujudnya rumah layak huni, Pemerintah Provinsi
Banten berupaya membantu dalam bentuk bantuan sosial, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni
(RTLH), terutama pada masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Demikian
diungkapkan Gubernur Banten Wahidin Halim, saat peresmian peresmian pembangunan
Rumah di Kp. Cibeurih Desa Margaluyu, Sajira, Lebak, Banten (29/8/2018).
Masalah
perumahan rakyat saat ini, kata Wahidin, adalah masih adanya kondisi rumah yang
tidak layak huni, sehingga tidak berfungsi secara optimal karena mengalami
kerusakan yang berdampak negatif bagi penghuninya.
Wahidin
berpesan, perwujudan rumah layak huni perlu terus didorong optimal, tentu
dengan semangat gotong royong. “Keswadayaan maupun kegotong-royongan dalam
mewujudkan rumah yang layak huni, perlu didorong agar lebih optimal. Pada
dasarnya adalah tanggungjawab masyarakat sendiri, meskipun pemerintah tetap
bertanggungjawab pada kelompok masyarakat yang memerlukan bantuan,” ujar
Wahidin.
Untuk
penanganan rumah tidak layak huni, tahun ini Pemprov Banten menyerahkan bantuan
sosial sebesar Rp.4,5 Milyar untuk membangun 185 rumah di Kabupaten Lebak.
WH
panggilan akrab Wahidin Halim, meminta jajaranya untuk bersungguh-sungguh dalam
melaksanakan bantuan bagi masyarakat. WH menegaskan agar tidak ada KKN dalam
Pelaksanaan Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Banten.
“Jangan
sampai ada korupsi, karena (korupsi) itu dosa, haram dan masyarakat yang paling
dirugikan, saya paling anti korupsi,” ujarnya menegaskan.
Wakil
Bupati Lebak H. Ade Sumardi yang menyambut kedatangan rombongan orang nomor
satu di Banten itu dan mengucapkan terimakasihnya atas perhatian Pemerintah
Provinsi Banten untuk masyarakat Lebak.
Ade
juga menyampaikan, bahwa masih banyak RTLH di Kabupaten Lebak. Sebagian besar
RTLH berada di atas lahan yang bukan miliknya, sehingga pola penanganannya
masih harus dikaji lagi.
“Atas
perhatian Pak WH kepada Warga Lebak, saya ucapkan terimakasih. Namun di
Lebak banyak warga yang tinggal di atas
lahan milik perhutani, kita masih mencari solusi terbaiknya pak,” ujar Ade
Salah
satu warga Ciberurih penerima bantuan, Ujang Ihat (54) mengaku sangat bahagia
atas bantuan yang diterimanya. Kepada WH dia menyampaikan ucapan
terimakasihnya, karena rumahnya sudah layak untuk ditinggali, bersama istri dan
6 orang anaknya. (Adh/red)
