Realisasi Penerimaan Retribusi Sektor Wisata Capai 62 Persen
0 menit baca
Bantenekspose.com - Realisasi penerimaan retribusi daerah sektor wisata di Kabupaten Lebak selama libur Lebaran mencapai Rp151,500,000. Selama Lebaran, jumlah pelancong yang berkunjung ke tempat destinasi tercatat sekitar 227,665 orang.
Kepala Badan pendapatan pajak daerah (Bapenda) Lebak, Hari Setiono mengatakan, realisasi pemasukan retribusi daerah sektor pariwisata atau rekreasi per bulan Juni 2018 mencapai Rp151,500,000 atau sekitar 62 persen. Jumlah tersebut terakumulasi dari pemasukan selama libur panjang hari raya Idul Fitri.
"Jumlah lonjakannya terjadi selama Lebaran saja, ketika Libur panjang," katanya.
Menururutnya, dibanding tahun lalu, realisasi penerimaan retribusi daerah wisata pada pertengahan tahun 2018 cukup rendah. Tahun 2017, reaslisasinya mencapai Rp143,565,000 atau 100,91 persen.
"Tahun ini targetnya Rp242,465,000. Artinya belum mencapai target. Tpi optimistis bisa tercapai, karena ini masih pertengahan tahun," katanya.
Untuk mengenjot target retribusi, kata dia, pihaknya berharap adanya upaya pembenahan pengelolaan retribusi si tempat objek wisata. Sebab, sejauh ini pengelolaan retribusi masih belum tertib.
Sehingga pihaknya berupaya untuk bersinergi dengan pihak Dinas pariwisata (Dispar) agar terus mengali potensi wisata dan membenahi pengelolaannya.
"Apalagi sekarang ini terdapat potensi destinasi wisata baru, seperti wisata air tejun Curug Munding. Itu sangat membantu mendongkrak retribusi," ujarnya. (koh)
Kepala Badan pendapatan pajak daerah (Bapenda) Lebak, Hari Setiono mengatakan, realisasi pemasukan retribusi daerah sektor pariwisata atau rekreasi per bulan Juni 2018 mencapai Rp151,500,000 atau sekitar 62 persen. Jumlah tersebut terakumulasi dari pemasukan selama libur panjang hari raya Idul Fitri.
"Jumlah lonjakannya terjadi selama Lebaran saja, ketika Libur panjang," katanya.
Menururutnya, dibanding tahun lalu, realisasi penerimaan retribusi daerah wisata pada pertengahan tahun 2018 cukup rendah. Tahun 2017, reaslisasinya mencapai Rp143,565,000 atau 100,91 persen.
"Tahun ini targetnya Rp242,465,000. Artinya belum mencapai target. Tpi optimistis bisa tercapai, karena ini masih pertengahan tahun," katanya.
Untuk mengenjot target retribusi, kata dia, pihaknya berharap adanya upaya pembenahan pengelolaan retribusi si tempat objek wisata. Sebab, sejauh ini pengelolaan retribusi masih belum tertib.
Sehingga pihaknya berupaya untuk bersinergi dengan pihak Dinas pariwisata (Dispar) agar terus mengali potensi wisata dan membenahi pengelolaannya.
"Apalagi sekarang ini terdapat potensi destinasi wisata baru, seperti wisata air tejun Curug Munding. Itu sangat membantu mendongkrak retribusi," ujarnya. (koh)
