Polres Serang Kota Dalami Pelaku Pengedar Buletin
0 menit baca
Bantenekspose.com - Polres Serang Kota terus mendalami pelaku penyebaran Buletin di salah satu tempat ibadah di Serang, yang diduga ada indikasi cemoohan terhadap Islam Nusantara.
Demikian diungkapkan AKBP Komarudin, Kapolres Serang Kota, saat dikonfirmasi bantenekspose.com, Senin (6/8/18).
"Kami masih dalami karena sampai saat ini belum ada laporan juga," ujar Komarudin.
Komarudin melanjutkan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, dan agar tidak terulangi lagi hal serupa dikemudian hari, pihaknya secara terus menerus melakukan imbauan kepada masyarakat baik disampaikan melalui sosialisasi maupun lewat sosial media (sosmed).
"Kita terus melakukan kegiatan sosialisasi dan himbauan baik langsung maupun via sosmed agar masyarakat Banten khususnya Serang tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak jelas," imbuhnya.
Kendati demikian, pihaknya menegaskan kondusifitas dan ketenangan masyarakat Banten khususnya Serang menjadi hal yang wajib dipertahankan.
"Tidak boleh ada siapapun baik kelompok maupun perorangan yang membawa isu Sara (suku, ras, agama dan antar golongan) apalagi soal Islam di bumi pertiwi ini," tegasnya. (Emde)
Demikian diungkapkan AKBP Komarudin, Kapolres Serang Kota, saat dikonfirmasi bantenekspose.com, Senin (6/8/18).
"Kami masih dalami karena sampai saat ini belum ada laporan juga," ujar Komarudin.
Komarudin melanjutkan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, dan agar tidak terulangi lagi hal serupa dikemudian hari, pihaknya secara terus menerus melakukan imbauan kepada masyarakat baik disampaikan melalui sosialisasi maupun lewat sosial media (sosmed).
"Kita terus melakukan kegiatan sosialisasi dan himbauan baik langsung maupun via sosmed agar masyarakat Banten khususnya Serang tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak jelas," imbuhnya.
Kendati demikian, pihaknya menegaskan kondusifitas dan ketenangan masyarakat Banten khususnya Serang menjadi hal yang wajib dipertahankan.
"Tidak boleh ada siapapun baik kelompok maupun perorangan yang membawa isu Sara (suku, ras, agama dan antar golongan) apalagi soal Islam di bumi pertiwi ini," tegasnya. (Emde)
