NEWS

GP Anshor Minta Usut Tuntas Soal Buletin Dakwah

Bantenekspose.com - Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Anshor Kota Serang, meminta kepada penegak hukum dalam hal ini jajaran kepolisian (Polres) Serang Kota untuk megusut tuntas tindakan provokatif selembaran yang beredar di Masjid Miftahus Sudur kemarin.

Demikian dikatakan Sabroni, ketua PC GP Anshor Kota Serang, kepada wartawan bantenekspose.com melalui telepon genggamnya, Sabtu (4/8/18).

Sabroni menegaskan, Islam Nusantara itu bukan ajaran islam baru. Jika memang kurang paham dengan konsep Islam Nusantara, maka 1x24 GP Anshor Kota Serang secara terbuka siap untuk diskusi untuk membahas hal tersebut. Selanjutnya, kata dia, secara organisasi Anshor juga akan melakukan pendalaman terhadap hal itu.

"1x24 jam Anshor siap diajak diskusi. Artinya, kenapa Anshor menawarkan opsi demikian. Jangan provokasi masyarakat dengan sesuatu yang belum pasti. Jika memang tidak paham lakukan tabayun," tegas Sabroni.

Selain itu, sambung Sabroni, Anshor meminta sarana ibadah  jangan dijadikan untuk melakukan sebuah provokasi.  Kemudian, ucap Sabroni, yang perlu dikritik itu jika melakukan shalat Jum'at di Monas.

"Ini mah masjid malah dijadikan sarana konflik sosial, mengadu domba orang. Mesjid itu ya kembalikan pada tempatnya sebagai mesjid. Apalagi itu dibaca jika orang lagi khutbah, kan tidak baik," ujarnya.

Saat ditanya dengan adanya indikasi kampanye di dalam selembaran yang beredar di Masjid tersebut. Sabroni mengatakan, soal Pilpres 2019 itu bukan urusan kita. Kalaupun memang ada rekomendasi dari masyarakat terkait hal tersebut, silahkan sampaikan kepada partai politik sebagai corong aspirasi masyarakat.

"Urusan capres mencapres, wapres mewapres, kan sudah jelas negara ini sudah membuat peraturan sedemikian rupa, mulai penyelenggara pemilunya sudah ada, pengawas pemilunya susah ada, yang berhak mencalonkan presiden itu sudah ada. Jangan melakukan sesuatu di luar janur," kata dia.

Kendati demikian, pihaknya mengajak dan mengimbau kepada masyarakat Kota Serang agar secara bersama-sama menjaga kondusifitas, supaya tidak terprovokasi dengan hal-hal yang belum jelas.

"Yuk, kita sama-sama menjaga kondusifitas, jangan sampai kemudian karena persoalan kepentingan, masyarakat dipolitisi. Dan kemudian, jika kita sayang terhadap Negeri ini, sayang terhadap negara ini, sayang terhadap NKRI, yuk kita sama-sama jaga kondusifitas itu," ajaknya. (Emde)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar