Distan Kota Serang Lakukan Tes Kesehatan Hewan Qurban
0 menit baca
Bantenekspose.com - Menjelang perayaan hari raya qurban atau Idul Adha 1437 H. Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang, melakukan tes kesehatan terhadap hewan qurban. Hal ini merupakan ikhtiar upaya mendapatkan hewan yang benar-benar sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat pada saat perayaan nanti.
Dalam kesempatan ini, Distan Kota Serang menemukan ada 10 hewan yang mengalami sakit mata dan 8 hewan yang mengalami gangguan di mulut.
"Ditemukan penyakit mata atau mulut yang lain-lain gak ada. Ini tidak berbahaya asalkan diobati bisa sembuh, bisa dijual kembali," ungkap Siswati kepada awak media di Kota Serang, Senin (13/8/18).
Kepala Distan Kota Serang itu menuturkan, untuk hewan qurban yang mengalami sakit mata pihaknya sudah melakukan langkah dengan cara tetes mata, sementara yang penyakitnya di mulut diobati dengan yodium.
"Hewan qurban yang sakit mata diobati melalui tetes mata, dan yang sakit di mulut diobati melalui yodium," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya menyarankan kepada para pedagang hewan qurban yang ditemukan berpenyakit, untuk memisahkan hewan tersebut agar tidak menular.
"Yang harus diwaspadai penyakit yang membahayakan yang bisa menular ke manusia misalnya penyakit antraks. Alhamdulillah di Serang tidak ditemukan," kata dia.
Untuk diketahui, hewan qurban seperti domba kebanyakan didatangkan dari luar Serang, seperti Garut, Sukabumi dan Tasikmalaya. Sementara untuk kerbau dan sapi berasal dari Serang. (Emde)
Dalam kesempatan ini, Distan Kota Serang menemukan ada 10 hewan yang mengalami sakit mata dan 8 hewan yang mengalami gangguan di mulut.
"Ditemukan penyakit mata atau mulut yang lain-lain gak ada. Ini tidak berbahaya asalkan diobati bisa sembuh, bisa dijual kembali," ungkap Siswati kepada awak media di Kota Serang, Senin (13/8/18).
Kepala Distan Kota Serang itu menuturkan, untuk hewan qurban yang mengalami sakit mata pihaknya sudah melakukan langkah dengan cara tetes mata, sementara yang penyakitnya di mulut diobati dengan yodium.
"Hewan qurban yang sakit mata diobati melalui tetes mata, dan yang sakit di mulut diobati melalui yodium," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya menyarankan kepada para pedagang hewan qurban yang ditemukan berpenyakit, untuk memisahkan hewan tersebut agar tidak menular.
"Yang harus diwaspadai penyakit yang membahayakan yang bisa menular ke manusia misalnya penyakit antraks. Alhamdulillah di Serang tidak ditemukan," kata dia.
Untuk diketahui, hewan qurban seperti domba kebanyakan didatangkan dari luar Serang, seperti Garut, Sukabumi dan Tasikmalaya. Sementara untuk kerbau dan sapi berasal dari Serang. (Emde)
