NEWS

Disayangkan, Buletin Dakwah Singgung Islam Nusantara


Bantenekspose.com – Ditemukannya bulletin, Buletin Dakwah di Masjid Miftahus Sudur Serang, Jum'at (3/8), yang isinya diduga ada indikasi bentuk cemoohan terhadap Islam Nusantara, disayangkan oleh salah seorang aktifis Banten dan pengurus PCNU Kota Serang.

Dikatakan Rojak, salah satu aktivis Banten, tentu hal ini tidak dibenarkan, karena sudah memprovokasi masyarakat lewat tulisan yang disebarkan saat shalat Jum'at. Dia berharap, kejadian ini jangan sampai terulang kembali di masyarakat. Menurutnya, karena sudah jelas, tulisan itu  bersifat memprovokasi. Rojak  khawatir nanti akan menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

"Jangan sampai Negara kita yang sudah final ini, dipecah belah oleh sekelompok manusia yang ingin berambisi dengan kekuasaan, sering sekali persolalan agama islam dikaitkan dengan kepentingan politik, tentu saya hawatir masyarakat yang tidak pahal tentang hal ini diperalat oleh mereka," ujar pria itu, seusai menjalankan ibadah shalat Jum'at, di lingkungan masjid Miftahus Sudur Serang.

Tak hanya itu, mereka juga  menganggap bahwa Islam Nusantara bukan islam yang sebenarnya dan menganggap bahwa Freeport bohong besar rezim Jokowi. Selain itu, dibelakang halaman mereka ada unsur lain yang mengangkat pengusungan terhadap salah satu tokoh politik Prabowo Subianto sebagai capres 2019.

Sementara itu, ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang, KH. Matin Syarkowi menegaskan, menyebarkan Buletin pada saat jamaah mau melaksanakan shalat Jum'at bukanlah perbuatan terpuji karena dapat mengganggu kekhusyuan jamaah.

"Menyangkut isi Buletin tersebut yang di dalamnya memuat soal Islam Nusantara bukan Islam yang sebenarnya adalah provokatif. Ini semua dapat dikatakan, bahwa penyebaran Buletin tersebut berindikasi kuat untuk memprovokasi jamaah ke arah perpecahan ummat," tegasnya.

Telah diketahui bersama, sambung Matin, bahwa istilah Islam Nusantara digulirkan oleh NU sebagai organisasi kemayarakatan terbesar di Indonesia. Dirinya menilai, disisi lain dari Buletin itu ada foto tokoh politik nasional yang diperkirakan bakal menjadi Capres.

"Oleh karena itu, semakin memperjelas bahwa buletin itu sengaja disebarkan untuk memprovokasi masyarakat dengan cara menyerang pemkiran Islam Nusantara, dan disisi lain buletin itu terindikasi untuk kampanye capres tertentu, saya pikir DKM masjid  harus bertanggungjawab atas kejadian itu," imbuhnya.

Selain itu, Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin menuturkan, itu upaya dari orang-orang yang ingin membuat umat lslam resah. Pihaknya mengimbau untuk tidak disebarkan lagi.

"Kalau bisa serahkan ke kita, biar kita cari tau yang menyebarkan siapa," kata dia, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya..

Laporan: Emde
Foto : FesbukBantennews
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar