Susu Telor Madu Jahe, Jadi Sumber Kehidupan
0 menit baca

Bantenekspose.com
- Salah satu indikator kemajuan suatu daerah dilihat dari perkembangan perekonomian
masyarakatnya. Begitupun, jika kemandirian perekonomian masyarakat sudah
terbangun dan bertumbuh kembang seperti daerah lain yang sudah maju, tentu akan
menjadi sebuah penopang pertumbuhan atau laju perekonomian bagi daerahnya baik
pada masa sekarang maupun masa mendatang.
Kemandirian ekonomi masyarakat harus terus didukung dan
dibina dalam upaya menjawab berbagai persoalan kebutuhan yang dihadapi, atau
untuk memenuhi bagi keberlangsungan hidupnya. Hal ini juga salah satu solusi
dalam melakukan pengentasan kemiskinan dan pengangguran.
Seperti diceritakan Nur, salah satu pelaku usaha susu telor
madu jahe (STMJ) di kawasan stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang. Dirinya
mengakui apabila tidak menjadi seorang wirausaha (entrepreunership) atau
membangun usaha sendiri, terus terang tidak tergambar kehidupannya akan seperti
apa? Belum lagi, bagi yang sudah berkeluarga tentu akan kerepotan atau
keteteran dalam mencari sumber perekonomian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Bagi dia, menjadi seorang entrepreunership bukanlah pilihan
jalan terakhir, tapi harus menjadi skala prioritas. Mengapa? Tanya dia. Karena, dari dunia usaha ini selain untuk
mencari sumber kehidupan (nafkah). Namun, disini banyak ilmu kehidupan yang
didapat, seperti ilmu bisnis, manajemen, marketing, mentalitas, kemandirian dan
lain sebagainya.
“Alhamdulillah, setelah saya terjun ke dunia usaha banyak
manfaat yang bisa diraih, disamping pendapatan (income) tapi banyak juga ilmu
yang didapat,” kata Nur saat ditemui wartawan bantenekspose.com disela-sela
kesibukan melayani konsumennya, Ju’mat (13/7/18).
Saat ditanya alasan, ia menjelaskan, jujur dengan cara ini atau berwiraswasta
merasa lebih nyaman, dibandingkan harus kerja ditempat orang lain (perusahaan).
Menurutnya, kalau bekerja di perusahaan banyak waktu yang tersita demi hanya
menguntungkan si pemilik perusahaan.
“Ya, saya lebih nyaman jualan sendiri. Enak, tidak banyak
waktu yang tersita. Dan kemandirian hidup juga kebangun, tidak tergantung
kepada orang lain,” ujarnya.
Untuk menjadi pelaku usaha itu tidak harus muluk-muluk,
biasanya banyak orang bilang harus punya modal segini, segitu, pokoknya banyak
yang harus dipersiapkan. Tapi, bagi
wanita itu uang bukanlah segalanya, jika sudah ada niat, semangat, tekad,
kejujuran dan jiwa kemandirian sudah melekat didalam diri itu juga cukup untuk
dijadikan modal awal.
“Kalau urusan uang mah nomor sekian yang terpenting ada
kemauan dulu. Saya aja dulu waktu mau buka usaha jualan susu telor madu jahe
punya uang cuma pas-pasan doang,” ungkapnya.
Memang setiap usaha itu tergantung pada keseriusan dan
ketekunan. Jika semua pekerjaan terus
dijalankan dengan keteguhan hati maka akan bisa dinikmati hasilnya. Seperti
pepatah mengatakan “hasil itu tidak akan menghaianati proses”, kata-kata itulah
yang selalu menjadi motivasi, dan satu pepatah lagi mengatakan “lebih baik
menjadi kepala dari pada menjadi buntut”.
