NEWS

Susu Telor Madu Jahe, Jadi Sumber Kehidupan


Bantenekspose.com - Salah satu indikator kemajuan suatu daerah dilihat dari perkembangan perekonomian masyarakatnya. Begitupun, jika kemandirian perekonomian masyarakat sudah terbangun dan bertumbuh kembang seperti daerah lain yang sudah maju, tentu akan menjadi sebuah penopang pertumbuhan atau laju perekonomian bagi daerahnya baik pada masa sekarang maupun masa mendatang.

Kemandirian ekonomi masyarakat harus terus didukung dan dibina dalam upaya menjawab berbagai persoalan kebutuhan yang dihadapi, atau untuk memenuhi bagi keberlangsungan hidupnya. Hal ini juga salah satu solusi dalam melakukan pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

Seperti diceritakan Nur, salah satu pelaku usaha susu telor madu jahe (STMJ) di kawasan stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang. Dirinya mengakui apabila tidak menjadi seorang wirausaha (entrepreunership) atau membangun usaha sendiri, terus terang tidak tergambar kehidupannya akan seperti apa? Belum lagi, bagi yang sudah berkeluarga tentu akan kerepotan atau keteteran dalam mencari sumber perekonomian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Bagi dia, menjadi seorang entrepreunership bukanlah pilihan jalan terakhir, tapi harus menjadi skala prioritas.  Mengapa? Tanya dia.  Karena, dari dunia usaha ini selain untuk mencari sumber kehidupan (nafkah). Namun, disini banyak ilmu kehidupan yang didapat, seperti ilmu bisnis, manajemen, marketing, mentalitas, kemandirian dan lain sebagainya.

“Alhamdulillah, setelah saya terjun ke dunia usaha banyak manfaat yang bisa diraih, disamping pendapatan (income) tapi banyak juga ilmu yang didapat,” kata Nur saat ditemui wartawan bantenekspose.com disela-sela kesibukan melayani konsumennya, Ju’mat (13/7/18).

Saat ditanya alasan, ia menjelaskan,  jujur dengan cara ini atau berwiraswasta merasa lebih nyaman, dibandingkan harus kerja ditempat orang lain (perusahaan). Menurutnya, kalau bekerja di perusahaan banyak waktu yang tersita demi hanya menguntungkan si pemilik perusahaan.

“Ya, saya lebih nyaman jualan sendiri. Enak, tidak banyak waktu yang tersita. Dan kemandirian hidup juga kebangun, tidak tergantung kepada orang lain,” ujarnya.

Untuk menjadi pelaku usaha itu tidak harus muluk-muluk, biasanya banyak orang bilang harus punya modal segini, segitu, pokoknya banyak yang harus dipersiapkan.  Tapi, bagi wanita itu uang bukanlah segalanya, jika sudah ada niat, semangat, tekad, kejujuran dan jiwa kemandirian sudah melekat didalam diri itu juga cukup untuk dijadikan modal awal.

“Kalau urusan uang mah nomor sekian yang terpenting ada kemauan dulu. Saya aja dulu waktu mau buka usaha jualan susu telor madu jahe punya uang cuma pas-pasan doang,” ungkapnya.

Memang setiap usaha itu tergantung pada keseriusan dan ketekunan.  Jika semua pekerjaan terus dijalankan dengan keteguhan hati maka akan bisa dinikmati hasilnya. Seperti pepatah mengatakan “hasil itu tidak akan menghaianati proses”, kata-kata itulah yang selalu menjadi motivasi, dan satu pepatah lagi mengatakan “lebih baik menjadi kepala dari pada menjadi buntut”.

“Alhamdulillah, pendapatan saya per bulannya gak kurang dari tiga jutaan lah,” akunya. (emde)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar