Namin, Jabatan Strategis Tetap Utamakan Kesederhanaan
0 menit baca

Bantenekspose.com – Mengintip jejak perjalanan hidup seorang
pengusaha besi tua, kini menjadi seorang legislator. Sebut saja H. Namin,
SH. Pada saat muda ia telah diajarkan hidup mandiri dan penuh kesederhanaan
oleh kedua orang tuanya. Diawali, sejak lulus sekolah tepatnya 1992 ia
mengikuti jejak kakak iparnya yang tengah menggeluti usaha dibidang tersebut.
“Satu tahun ngebantu-bantu kakak ipar berjualan besi tua,”
kata pria alumni SMEA (dulu-red) kini SMKN 1 Kota Serang, kepada wartawan
bantenekspose.com saat ditemui di kediamannya, Kamanisan, Curug, Kota Serang, Ahad (15/7/18).
Kemudian, dari tahun 1994 ia memutuskan berhenti menjalankan
usahanya. Ia lebih memilih masuk ke pondok pesantren untuk menuntut ilmu agama
(belajar baca Al-Qur'an), yang berada di Kecamatan Taktakan, Kabupaten Serang
(kini Kota Serang,-red), yaitu sekitar satu tahun.
“Saya berfikir, karena saya nggak bisa baca Al-Qur’an. Saya
memutuskan untuk belajar membaca Al-Qur’an,” ucap pria itu.
Setelah pulang dari pondok pesantren, ia memilih pergi ke
Jakarta menjadi buruh harian lepas (tukang cet tembok, besi dan kayu).
Walaupun, tidak lama hanya sekitar enam bulan (setengah tahun). Sehabis dari Jakarta,
ia kembali pulang ke kampung halaman.
Padahal, ia tidak memiliki tujuan apa-apa cuma karena pengen kumpul
bareng teman-teman mainnya saja.
“Saya bisa ngecet besi, tembok dan kayu. Saya ngerti
bahan-bahan yang digunakan. Itu tidak berlangsung lama kurang lebih enam
bulan,” kata Namin.
Namun, sesudah berada di kampung halamannya, ia pikir-pikir
itu hanya sebatas menghabiskan waktu saja alias tidak produktif. Lalu, ia
berpikir, dan merenungkan kembali perjalanan hidupnya, hingga mendapatkan
taufik hidayah dari sang Maha Kuasa. Dan akhirnya, ia memutuskan kembali untuk melanjutkan
usahanya dibidang yang sama.
Dulu, diawal tahun 1996 ia memulai menggeluti usaha itu
hingga tahun 2000. Walaupun itu usaha milik kakak ipar (keluarga) tapi sudah
menganggap usaha milik sendiri. Kemudian pada pertengahan tahun tersebut, ia
mulai membangun keluarga kecil atau menikah dengan gadis idamannya dan saat ini
telah dikaruniai empat anak. Setelah itu, ia tetap kembali menjalankan
aktivitas usahanya sebagai pengusaha besi bekas.
“Hanya pengen kumpul sama temen-temen satu desa. Entah kenapa?
Saya juga nggak tahu. Dipertengahan tahun, saya ngebantu kakak ipar lagi jualan
besi tua,” ungkapnya.
Namun, dalam perjalanannya ia memiliki sebuah keinginan,
cita-cita untuk mengabdikan diri terhadap masyarakat dan tanah kelahirannya
atau bisa disebut beralih profesi menjadi seorang politikus. Ia memulai karirnya atau terjun ke dunia
politik diawali dengan mengikuti kontestasi politik yaitu pemilihan kepala desa
di tempat tinggalnya, di Desa (kelurahan,red) Kamanisan Kecamatan Curug pada
tahun 2003, dan dalam perjalanannya pun ia terpilih hingga ditetapkan sebagai Kepala
Desa
“Saya mencalonkan sebagai kepala desa dan alhamdulillah
terpilih,” kata alumni FH Unija itu.
Seusai masa jabatannya habis, ia mencalonkan kembali sebagai
calon kepala desa. Dalam perkembangan perhelatan kontestasi politik pilkades ia
kembali meraih posisi yang sama, atau ditetapkan kembali kedudukannya sebagai
kepala desa. Alhasil, ia menjabat kepala desa hingga priode ke dua tahun 2008.
“Saya ikut mencalonkan kembali sebagai calon kepala desa.
Dan alhamdulillah terpilih kembali,” tutur Namin sambil mengangkat telapak dua
tangannya sebagai ucapan rasa syukur.
Dalam pertengahan masa jabatannya, ia memiliki tekad,
semangat dan visi yang sama untuk mengabdikan diri terhadap masyarakat dan
daerahnya. Dan ia memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif
(Caleg) pada peileg 2009 dari dapil IV (Curug,
Walantaka). Pada saat itu, ia menggunakan perahu atau partai politik
berlambang beringin karya (Partai Golkar).
Pada kontestasi politik tahun 2009, ia dinyatakan lolos sebagai
anggota dewan (DPRD) Kota Serang. Selama duduk di kursi legislatif, ia
menduduki jabatan Ketua Komisi III bidang ekonomi, pembangunan dan aset daerah
hingga masa jabatannya habis.
“Saya memutuskan untuk mencalonkan anggota legislatif (DPRD)
Kota Serang. Alhamdulillah terpilih, saya waktu itu ketua komisi III,” ujarnya.
Lalu, diperiode sekarang, pada Pileg 2014 ia terpilih
kembali sebagai anggota legislatif (DPRD) Kota Serang dari dapil dan fraksi
yang sama. Dan menduduki jabatan sekretaris komisi IV bidang pengawasan
pembangunan hingga tahun 2018. Dari
tahun yang sama hingga sekarang, ia menduduki jabatan ketua DPRD Kota Serang.
“Saya menjabat sekretaris komisi IV. Dan awal 2018 saya
menjabat ketua sampai saat ini,” akunya.
Lebih jauh, sosok Namin selalu menunjukan kesederhanaan
dalam hidupnya. Ia mengakui bahwa selama masih kecil telah diajarkan hidup
sederhana alias jangan berlebih-lebihan. Bahkan jika diluar kantor, dirinya
dalam berpakaian pun lebih menyukai berpakaian yang sederhana, seperti memakai
kaos oblong dan celana jeans. Walaupun banyak orang yang mengatakan itu tidak
menunjukkan sebagai seorang pejabat. Tapi, bagi dia hal itu sudah menjadi
kebiasaan dari semenjak kecil, atau waktu masih muda. Menurutnya, cara itu
untuk membuka diri (welcome) atau
cara mendekatkan diri terhadap siapa saja agar tidak ada sekat.
“Ada temen-temen yang bilang itu tidak mencerminkan seorang
pejabat, biarkan. Selama norma, etika itu tidak ada yang saya langgar
(terjang),” imbuhnya.
Tak hanya itu, Namin juga berpesan kepada generasi muda,
agar selalu bersemangat dalam belajar dan berjuang demi meraih masa depan yang
gemilang.
