Pilpres 2019, PAN Akan Buat Alternatif Lain Tak Dukung Jokowi
0 menit baca
Bantenekspose.com - Menjelang pilpres 2019 kian memanas, Partai Amanat Nasional (PAN) cenderung tidak akan mendukung petahana Joko Widodo sebagai capres, tetapi akan membuat alternatif lain. Hal ini, agar tidak ada calon tunggal.
Demikian diungkapkan Yandri Susanto anggota DPR RI fraksi PAN, seusai kegiatan Silaturahmi dan buka puasa bersama, di Ciceri, Kota Serang, Jum'at malam (8/6/18).
"Jadi, walaupun memang belum diputuskan tapi arus kuat, istilah saya itu, atau kecenderungan sangat kuat," ungkap Yandri kepada awak media.
Yandri membeberkan, konstituen PAN maupun di parlemen setelah ditanyakan dengan cara melakukan keliling ke akar rumput maupun silaturahmi antar pengurus, alhasil sekitar 99 persen mereka (kader PAN) tidak mau (akan) mendukung pak Jokowi, dan itu akan menjadi saluran kader PAN kepada publik.
"Bahwa memang keluarga besar PAN akan menghadirkan calon alternatif diluar pak Jokowi, sehingga nanti kalau ada calon alternatif tidak akan ada calon tunggal. Kita khawatir kalau ada calon tunggal, masa rakyat di tengah 260 juta nggak ada orang lain? masa cuma pak Jokowi sendiri?," Kata dia.
Yandri mengakui, memang sayaratnya tidak gampang, yaitu harus 20 persen, sementara ini PAN di parlemen baru ada 9 persen tentu wajib (harus) berkoalisi. "Sekarang kita sedang bangun koalisi dan selalu ada perkembangan yang baik sampai hari ini yaitu dengan partai yang belum mendeklarasikan, seperti Partai Gerindra, PKS, PKB dan Demokrat termasuk PBB," ujarnya.
Menurut Yandri, kalau dari internal PAN, insya Allah akan mengusung ketua umum PAN juga ketua MPR RI yaitu Zulkifli Hasan (Bang Zul) sebagai cawapres. Ia menilai, beliau adalah calon yang bagus dan potensial. Sedangkan untuk capres yaitu akan mengusung Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, dan Anis Baswedan.
"Insya Allah 2019 presiden baru," pungkasnya. (Emde)
Demikian diungkapkan Yandri Susanto anggota DPR RI fraksi PAN, seusai kegiatan Silaturahmi dan buka puasa bersama, di Ciceri, Kota Serang, Jum'at malam (8/6/18).
"Jadi, walaupun memang belum diputuskan tapi arus kuat, istilah saya itu, atau kecenderungan sangat kuat," ungkap Yandri kepada awak media.
Yandri membeberkan, konstituen PAN maupun di parlemen setelah ditanyakan dengan cara melakukan keliling ke akar rumput maupun silaturahmi antar pengurus, alhasil sekitar 99 persen mereka (kader PAN) tidak mau (akan) mendukung pak Jokowi, dan itu akan menjadi saluran kader PAN kepada publik.
"Bahwa memang keluarga besar PAN akan menghadirkan calon alternatif diluar pak Jokowi, sehingga nanti kalau ada calon alternatif tidak akan ada calon tunggal. Kita khawatir kalau ada calon tunggal, masa rakyat di tengah 260 juta nggak ada orang lain? masa cuma pak Jokowi sendiri?," Kata dia.
Yandri mengakui, memang sayaratnya tidak gampang, yaitu harus 20 persen, sementara ini PAN di parlemen baru ada 9 persen tentu wajib (harus) berkoalisi. "Sekarang kita sedang bangun koalisi dan selalu ada perkembangan yang baik sampai hari ini yaitu dengan partai yang belum mendeklarasikan, seperti Partai Gerindra, PKS, PKB dan Demokrat termasuk PBB," ujarnya.
Menurut Yandri, kalau dari internal PAN, insya Allah akan mengusung ketua umum PAN juga ketua MPR RI yaitu Zulkifli Hasan (Bang Zul) sebagai cawapres. Ia menilai, beliau adalah calon yang bagus dan potensial. Sedangkan untuk capres yaitu akan mengusung Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, dan Anis Baswedan.
"Insya Allah 2019 presiden baru," pungkasnya. (Emde)
