Kepemimpinan Jokowi Ada Kemajuan, Tapi Tidak Menyentuh Akar Rumput
0 menit baca
Bantenekspose.com - Yandri Susanto akui kepemimpinan dibawah presiden Joko Widodo ada kemajuan, seperti pembangunan jalan tol dan bandara udara. Namun, tidak menyentuh akar rumput.
"Kita hargai ada beberapa kemajuan, tapi itu tidak menyentuh akar rumput. Kalau tol itu kan untuk orang kaya, tapi bagaimana dengan orang-orang yang susah hidupnya, susah sekolahnya, kesehatannya susah, kemudian pendapatan ekonominya rendah dan penganggurannya banyak," kata Yandri di Kota Serang, Jum'at (8/6/18).
Menurut Yandri, yang lebih menyakitkan lagi mengapa buruh kasar itu harus didatangkan dari China? Sementara tukang cangkul, tukang cat, dan hal lainnya yang tidak perlu memiliki skill (kemampuan) atau ilmu tertentu. "Saya kira di republik ini masih bertumpuk," ungkap dia.
Tak hanya itu, kata Yandri, saat ini yang dianggap dalam tanda kutip melawan pemerintah langsung saja dihadapkan atau dibenturkan dengan hukum. Ia mencontohkan, kasus Ustadz Alfian Tanjung saat men-tweet (meneruskan tweet) tentang 85 persen PKI di PDI Perjuangan lalu langsung dipenjarakan, padahal itu bukan motif dia (Alfian Tanjung) walaupun sekarang telah dibebaskan tapi masih ditahan.
"Tapi bagi kelompok mereka tidak tersentuh dengan hukum, sementara hukum itu kalau dalam trias politika tidak boleh tersandera atau terkooptasi dengan kekuasaan," terangnya. (Emde)
"Kita hargai ada beberapa kemajuan, tapi itu tidak menyentuh akar rumput. Kalau tol itu kan untuk orang kaya, tapi bagaimana dengan orang-orang yang susah hidupnya, susah sekolahnya, kesehatannya susah, kemudian pendapatan ekonominya rendah dan penganggurannya banyak," kata Yandri di Kota Serang, Jum'at (8/6/18).
Menurut Yandri, yang lebih menyakitkan lagi mengapa buruh kasar itu harus didatangkan dari China? Sementara tukang cangkul, tukang cat, dan hal lainnya yang tidak perlu memiliki skill (kemampuan) atau ilmu tertentu. "Saya kira di republik ini masih bertumpuk," ungkap dia.
Yandri menilai, hari ini yang ada didalam beberapa perusahaan besar di Indonesia, yaitu orang asing malah terlibat langsung dengan buruh kasar dan perlakuannya pun berbeda, seperti penghasilannya dan makanannya."Saya kira, kita harus stop yang seperti itu, dan itu salah satu keanehan terhadap pak Jokowi," ucapnya.
Tak hanya itu, kata Yandri, saat ini yang dianggap dalam tanda kutip melawan pemerintah langsung saja dihadapkan atau dibenturkan dengan hukum. Ia mencontohkan, kasus Ustadz Alfian Tanjung saat men-tweet (meneruskan tweet) tentang 85 persen PKI di PDI Perjuangan lalu langsung dipenjarakan, padahal itu bukan motif dia (Alfian Tanjung) walaupun sekarang telah dibebaskan tapi masih ditahan.
"Tapi bagi kelompok mereka tidak tersentuh dengan hukum, sementara hukum itu kalau dalam trias politika tidak boleh tersandera atau terkooptasi dengan kekuasaan," terangnya. (Emde)
